jestv.id
Hukrim Nasional

Diduga Menjadi Korban Pembunuhan, Lbh Kupas Dampingi Orang Tua Almarhum Rehan Buat Laporan Ke Polsek Leuwiliang

JESTV.ID, BOGOR – Lembaga Bantuan Hukum Kujang Pajajaran Siliwangi (LBH KUPAS) mendampingi Irmawati ke mapolsek leuwiliang untuk melaporkan kematian putranya Rehan Alfiansyah (15) yang diduga menjadi korban pembunuhan, pada senin ( 14/3/2022 ).

Ketua Umum LBH KUPAS Rusli Efendi SH mengatakan bahwa kehadirannya di polsek leuwiliang dalam rangka mendampingi keluarga korban.

“Hari ini kami mendampingi ibu irma di mapolsek leuwiliang untuk membuat laporan terkait putra nya yang meninggal dunia yang diduga akibat di aniyaya orang yang tak dikenal sampai meninggal dunia,” kata ketua umum lbh kupas kepada angkaranews.com.

Menurutnya, ketidaktahuan pihak keluarga korban dalam soal hukum, membuat LBH KUPAS mau membantu mendampingi pihak keluarga korban melaporkan kejadian tersebut kepada pihak polsek leuwiliang.

“Kami membantu mendampingi keluarga korban secara gratis, karena memang ibu irma orang tak punya dengan keadaan ekonomi keluarga yang sulit. dan dalam kasus ini yang digunakan ialah pasal 80 ayat 3 UU 35 th 2014 tentang perubahan atas UU no. 23 thn 2012 tentang perlindungan anak. mudah-mudahan proses hukum nya segera berjalan dan pihak kepolisian polsek leuwiliang segera menangkap pelaku penganiyaan yang menyebabkan korban meninggal dunia,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Irmawati ibu dari korban Rehan Alfiansyah ketika di mintai keterangan mengatakan, Ia masih trauma dengan kematian putranya yang diduga menjadi korban pembunuhan,” Saya berharap kasus ini segera terungkap dan bapak polisi bisa segera menangkap pelakunya,” harapnya.

Sebelumnya telah diberitakan Angkaranews.com, bahwa kematian Rehan (15), siswa kelas 9 disekolah MTSN Babakan sirna, Kecamatan Leuwisadeng kabupaten Bogor masih menjadi misteri.

Menurut keterangan Irma (orang tua rehan), pada selasa tanggal 9 maret sekira pukul 2 dinihari ia di telpon oleh orang yang tidak dikenal dan mengatakan bahwa telah terjadi kecelakaan yang menimpa anak nya di BTN leuwiliang di depan rumah sakit Assyifa dan sekarang ada di RSUD Leuwiliang.

” Ketika mendengar kabar tersebut Saya panik dan langsung menuju rsud leuwiliang di antar oleh adik saya yang laki. sesampainya disana kami bertemu dengan orang yang memberi kabar tadi melalui telepon. dan ketika kami lihat lagi, ternyata orang itu sudah tidak ada dengan kami lagi alias kabur.” ujarnya kepada angkaranews.com saat di temui di kediamanya dikampung sadeng, desa sadeng, kecamatan leuwisadeng, kabupaten Bogor, pada jumat, 11/3/2022.

Saat tiba di ruang IGD, irma mendapati anak nya itu sudah tidak bernyawa lagi dengan kondisi tubuh berlumuran darah dan luka bacok pada punggung.

” Saat itu saya tidak kuat melihat anak saya sudah terbujur di ruang igd dengan bersimbah darah. saya juga melihat bekas luka bacok di punggungnya, disitu saya shokk dan saya sudah tidak tau apa apa lagi,” ucapnya lirih.

Banyaknya luka bacokan di punggung rehan membuat Irma yakin bahwa anak nya telah menjadi korban pembunuhan, bukan disebabkan oleh kecelakaan.

Kecurigaan irma bertambah ketika ada yang menyampaikan kepadanya agar rehan tidak usah di visum, alasanya waktu visum panjang

”Saya meminta kepada pihak kepolisian agar mengusut tuntas atas kematian anak saya yang sangat tidak wajar. dan berharap aparat hukum mengungkap jelas kematian anak saya itu,” harapnya.

( Leo Ketua Umum LBH kujang padjajaran siliwangi)

Related posts

Tinjau Vaksinasi Buruh, Kapolri Minta Buruh Terus Kawal Program Pemerintah Wujudkan Herd Immunity

admin

DPAC Demokrat Kabupaten Tangerang Mendesak Fraksi Demokrat Perjuangkan Percepatan DOB Tangerang Utara

admin

Sat Lantas Polres Lebak Laksanakan Program Unggulan “Lancar Ambulanku, Selamat Pasienku

admin