JESTV.ID, KAB. TANGERANG – Sebuah Kabupaten bila dipenuhi banyak perusahaan yang banyak menyerap tenaga kerja akan sangat baik bagi Pedove posizionare il seggiolino per bambini amazon große wäscheklammer deko pyjama satin short femme la halle aux chaussures st aunes zucchini au four cuisson tocador vintage cejilla para ukelele nike free 5.0 rosa asics nimbus 21 sprinter sansiro parfüm listesi telar para gorros de lana nike storyboard jaguar parfüm männer nike roshe oferta new balance ml574esb ndapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten tersebut. Tapi apalah jadinya bila perusahaan yang beroperasi tidak mengantongi ijin dari pemerintah kabupaten.
Disinyalir ada beberapa Perusahaan yang beroperasi tak dilengkapi dengan perijinan yang sah di Kabupaten tangerang, dan Perusahaan yang memberikan gaji kepada para karyawannya tidak sesuai dengan SK Gubernur Provinsi Banten.
Lembaga Swadaya Masyarakat Komite Penegak Keadilan dan Pemberantasan Korupsi (KOMPASS) Indonesia Kabupaten Tangerang, meminta kepada Disnaker Kabupaten Tangerang agar segera mengambil langkah tegas, dengan menertibkan perusahaan-perusahaan yang diduga tak mengantongi ijin dari Pemerintah setempat.
Ucok Ardianto Ketua Umum Kompass menilai keberadaan perusahaan-perusahaan liar yang diduga tanpa ijin sangat meresahkan masyarakat Kabupaten Tangerang.
“Kami, dari LSM Kompass dan Masyarakat sangat keberatan dengan banyaknya perusahaan yang diduga beroperasi tanpa ijin resmi dari Pemerintah,” ujar Ucok pada Rabu (15/11/2023).

Dikatakan Ucok Ardianto, dirinya banyak sekali menerima aduan dan keluhan dari warga masyarakat, yang bekerja di perusahaan tersebut tidak mendapatkan upah gaji yang layak.
“Masyarakat banyak sekali yang mengadu kepada kami. Mengeluh dengan upah gaji yang tak sesuai dengan SK Gubernur Banten. Untuk itu Kami meminta kepada Disnaker Kabupaten Tangerang untuk segera menertibkannya,” tegas Ucok Ardianto.
Hal tersebut dibenarkan Jarwo yang bekerja diperusahaan dimana Ia bekerja didaerah Tangerang.
“Iya Pak. Saya sudah lama kerja disitu. Tapi gajinya kecil, tidak seperti temen saya yang kerja di perusahaan lain. Karna saya butuh ya terpaksa kami tekunin aja walau gaji tak sebanding juga pak,” kata Jarwo.
(Dra)

