jestv.id
Daerah

325 Siswa Diduga di Pungut Pihak Komite, Kepsek Mengaku Tidak Tahu

JESTV.ID, LEBAK – Diduga adanya pungutan terhadap ratusan siswa-siswi sekolah SDN 2 Pasirkupa oleh Komite sekolah, Kepsek inisial (UJ) mengaku tidak tau menau soal pungutan.

Berawal dari sumber inisial (HR) yang mengaku keberatan karena anaknya di pinta uang iuran sebesar Rp 50.000,- oleh pihak Komite sekolah.

Di temui awak media jestv.id, Rabu 21 februari – 2024, dirinya beberkan adanya dugaan pungutan yang di alami anaknya, yang masih duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar Negeri ll Pasir Kupa.

“Benar kang, memang ada pungutan yang dilakukan oleh guru di sekolah anak saya,” ungkap HR.

“Saya sangat keberatan karena sekarang jaman susah duit kang, untuk beli beras aja susah,” keluhnya.

“Kalau jumlah murid saya tidak tau, yang jelas saya gak diundang rapat, taunya anak saya dipinta iuran lima puluh ribu, katanya buat pembenahan halaman pos yandu,” jelasnya.

Ditanya siapa yang meminta, “Yang meminta guru sekolah kelas tiga ibu (R), bahkan bukan anak saya saja tapi semuanya dari kelas l sampai kelas 6. Ini rapat ilegal, biasanya kalau ada rapat saya suka dapat surat dari sekolah, tapi ini tidak ada. Tentu kang apa yang saya sampaikan saya bertanggungjawab, dan saya siap hadir kalau di panggil,” tegas HR.

Di tanya harapan, HR sampaikan, “Harusnya orangtua murid di undang biar terbuka lah,” tutupnya.

Sesuai keterangan sumber, lanjut awak media temui Kepala Sekolah beeharap mendapat tanggapan terkait informasi dari HR, namun Kepsek SDN ll Pasir Kupa UJ mengaku tidak tau terkait ada pungutan.

“Terkait pungutan saya tidak tau berapa-berapanya pak, tapi kalau agenda rapat saya memang tau, tapi saya tidak menghadiri,” ujar UJ.

“Tapi jangan salah pak, itu yang memungut bukan dari pihak sekolah, tapi Ketua Komite, karena Komite di sini ada dua, Komite sekolah dan Komite Kelas. Kalau keseluruhan siswa-siswi semuanya ada 325 pak, tapi yang di pungut baru empat kelas, dari kelas 1-4 yang dua kelas belum pak,” jelas UJ.

“Kalau mau lebih jelas tanya saja Ketua Komite sekolah, dia juga seorang Kades yang menjabat sebagai Ketua Komite,” tambahnya.

Ditanya berapa luas pavingblock UJ mengaku tidak tau, “Kalau masalah berapa meter saya kurang tau pak, tanya saja ke Ketua Komite,” pungkasnya.

Tentu keterangan dari sang Kepsek agak sedikit membingungkan, sisi lain mengaku tidak tau, sisi lain pihaknya mengetahui, bahwa pungutannya baru dilakukan mulai dari kelas 1-4, namun demikian hal itu merupakan hak jawab dari pihak sekolah, sebagai penyeimbang informasi terhadap publik.

(Aris RJ)

Related posts

Ormas Badak Banten DPC Warunggunung Melakukan Penggalangan Dana Gempa Cianjur

admin

Ny.Dian Teddy Ketua Bhayangkari Cabang Lebak Salurkan Sembako Kepada Warga Kurang Mampu Terdampak Covid-19

admin

Ketua TP. PKK Provinsi Lampung Serahkan Penghargaan Atas Pengabdian dan Kinerja Kader PKK Dalam Melaksanakan 10 Program Pokok PKK

admin