jestv.id
Daerah

Minimnya Pengawasan Pasangan Batu Kali Penahan Ruas Jalan Provinsi Banten di Duga Asal-asalan

JESTV.ID, LEBAK – Proyek Pekerjaan Umum Provinsi Banten yang menelan biaya miliaran rupiah, seharusnya di kerjakan secara maksimal. Sehingga insfratruktur jalan dapat di manfaatkan lebih lama oleh pengguna jalan, mengingat besaran anggaran yang di gelontorkan.

Anggaran senilai Rp, 14.466.602.000,- (empat belas miliar empat ratus enam puluh enam juta enam ratus dua ribu rupiah) dari sumber dana yang di kucurkan dari APBD provinsi Banten di alokasikan untuk pembangunan sepanjang ruas jalan Cibadak-Padasuka yang di kerjakan oleh CV Suci Pratama. Akan tetapi besaran anggaran proyek tersebut, diduga tidak di kerjakan secara maksimal alias asal-asalan.

Dari hasil pantauan awak media jestv.id yang turun ke lokasi, di ketahui pasangan batu kali sebagai penahan badan jalan diduga tidak di gali terlebih dulu, sehingga patut diduga pasangan pondasi penahan badan jalan tidak akan bertahan lama.

Pondasi adalah berfungsi sebagai penahan atau penguat, sehingga meminimalisir longsornya badan jalan, sehingga ruas jalan pun jauh dari kata amblas atau rusak.

Sejauh pantauan dilapangan pasangan batu tersebut, sebelumnya tidak di lakukan penggalian terlebih dulu.

Informasi dari salah satu pekerja yang ditemui dan meminta di rahasiakan identitasnya adalah pekerja borong tenaga dengan harga borong Rp.100.000,- per meter kubik. Mengaku berat jika harus menggali terlebih dulu, di samping keras tentu memakan waktu juga.

Jalan alternatif dari Kabupaten Lebak menuju Provinsi Banten ini menjadi akses terdekat, bagi masyarakat Kabupaten Lebak yang akan menuju Ibukota Provinsi Banten, sehingga lalu-lalang kendaraan lumayan padat.

Penyebab dari pasangan batu kali yang tidak di gali semestinya, jelas tidak ada penguat sehingga patut di duga minimnya pengawasan dari pihak pelaksana Pekerjaan proyek maupun pengawas dari intansi terkait. Terbukti pada saat awak media jestv.id, turun ke lapangan tak satupun pihak yang dapat di temui.

Pada saat jam istirahat, awak media menghampiri para pekerja dan mengkonfirmasi para pekerja yang mengaku tenaga borong tenaga, pada Jum’at (25/04/2024).

Sebut saja (GL), ketika ditanya terkait upah harian atau borongan, dia menjawab dibayar borongan.

“Kami bukan harian pak, tapi kami kerja borongan,” ungkapnya.

Ditanya borongan bagaimana,”Borongan pasang permeter kubikasi, seratus ribu rupiah,” ujarnya.

Ketika ditanya, kenapa tidak di gali sebelum di pasang batu, GL menjawab, “Keras pak, karena kami menggali manual, saya juga sudah minta di gali pakai beko, namun kata pemborong bilangnya, itu borongan termasuk menggali,” ungkapnya.

Saat ditanya siapa pemborongnya, “Pemborongnya pak Haji orang Pandeglang, kalau pengawas ada di sana pak, di warung biasanya pada kumpul di sana,” tutupnya.

Di hari yang sama, lanjut awak media berupaya menemui pelaksana lapangan guna meminta keterangan, namun tak satupun yang bersangkutan dapat ditemui.

Ketika awak media mengirim photo fisik pasangan pondasi hasil pantauan dilapangan, guna mendapat tanggapan dari pihak PUPR Provinsi Banten, namun tidak ada tanggapan alias bungkam hingga berita ini di turunkan.
(Aris RJ)

Related posts

Pemprov Lampung Mengikuti Rapat Penyusunan dan Penerapan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi

admin

Tindak Lanjut Program BERKIBAR untuk Perbaikan Infrastruktur, Kadis BMBK Lampung Tinjau Jalan Adijaya-Sp. Tulung Randu

Redaksi

Calon Paskibraka Kabupaten Lebak Tahun 2023 Mendapat Arahan Dan Motivasi Dari Bupati Lebak

admin