Site icon jestv.id

Amburadulnya Layanan Puskesmas Pardasuka: Jarum Suntik Anak Kosong, Infus Bekas Dipakai Ulang, Ruang Rawat Bocor

JESTV.ID, Pringsewu – Sejumlah pasien dan keluarga pasien mengeluhkan buruknya pelayanan serta minimnya fasilitas di Puskesmas rawat inap Pardasuka, Kabupaten Pringsewu. Mulai dari infus bekas yang dipakai kembali, ketidaktersediaan jarum suntik untuk anak, hingga ruang rawat inap yang bocor saat hujan. Seluruhnya menunjukkan betapa amburadulnya standar pelayanan kesehatan di Puskesmas rawat inap ini.

Redaksi Jestv.id menerima kesaksian sejumlah pasien yang menunjukkan bahwa kondisi layanan di Puskesmas Pardasuka sangat jauh dari layak. Beberapa temuan di antaranya:

Jarum Suntik Anak Kosong

Seorang pasien anak berinisial AS (1,5) gagal diperiksa darah karena tidak tersedia jarum suntik ukuran kecil. Petugas medis menyatakan bahwa stok sedang kosong dan tidak berhasil menemukan pengganti di fasilitas sekitar. Orang tua pasien menceritakan bahwa anaknya dibawa ke Puskesmas rawat inap Pardasuka karena anaknya mengalami demam disertai kuku dan bibir membiru.

“Dokternya mengatakan darahnya akan dilakukan cek laboratorium. Tapi sejak hari pertama masuk perawatnya berusaha ngambil darah tidak berhasil. Katanya jarum yang dipakai kebesaran, jarum yang lebih kecil tidak ada stok. Sampai hari ketiga tidak juga bisa diambil (darahnya) walaupun sudah dicoba beberapa kali,” katanya, Rabu (25/6/2025).

Infus Bekas Digunakan Kembali

Masih menurut orang tua AS, saat anaknya dirawat, ia mendapat infus yang sudah pernah digunakan oleh pasien sebelumnya. “Awalnya saya tidak tahu kalau itu infus bekas. Saya cuma lihat infus anak saya bocor, lalu saya panggil perawat. Setelah diperiksa, infus itu diganti. Kata perawatnya, itu infus bekas pakai makanya sudah bocor,” lanjutnya.

Ruangan Rawat Inap Bocor

Keluhan lain yang disampaikan orang tua AS adalah kondisi ruang rawat inap. Saat hujan deras, air menetes dari langit-langit dan membuat lantai basah. Pasien harus memindahkan tempat tidur ke sisi lain agar tidak terkena tetesan. “Kata perawatnya bocornya sudah lama tapi belum diperbaiki,” ujarnya.

Pantauan Jestv.id, selain ruang rawat inap yang bocor, sejumlah plafon sudah tampak rusak. Sementara itu data dari Rencana Umum Pengadaan (RUP) terungkap bahwa pada tahun 2025, Puskesmas Pardasuka menganggarkan Rp46 juta untuk belanja modal dan peralatan. Pada tahun sebelumnya (2024), belanja modal peralatan dan mesin bahkan mencapai Rp119 juta.

Dengan anggaran sebesar itu, masyarakat bertanya-tanya mengapa kebutuhan paling dasar seperti infus baru dan jarum suntik anak bisa kosong?

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala UPTD Puskesmas Pardasuka belum memberikan tanggapan resmi meski sudah didatangi ke ruang kerjanya dan dihubungi melalui WhatsApp. Kondisi ini menuntut perhatian serius dari Dinas Kesehatan Pringsewu dan DPRD setempat. (Ahsani Taqwin)

Exit mobile version