Site icon jestv.id

Beredarnya Informasi Rencana Relokasi PKL Pasar Rangkasbitung, Pedagang Resah

JESTV.ID, LEBAK – Rencana pemindahan atau relokasi para Pedagang Kaki Lima (PKL) di pasar Rangkasbitung membuat resah kalangan pedagang khususnya PKL. Kekhawatiran serta keresahan pedagang, setelah adanya informasi pemkab Lebak melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, bahwa PKL Pasar Rangkasbitung akan direlokasi, menurut informasi ke kawasan sub terminal Curug samping Porles Lebak.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dilapangan para pedagang kaki lima (PKL) enggan untuk dipindahkan atau direlokasi, lantaran pemindahannya tersebut tidak sesuai dengan kondisi masyarakat Rangkasbitung.

Pedagang berharap apa yang menjadi rencana pemerintah untuk memindahkan para PKL keluar dari pasar Rangkasbitung, harus berdasar kepada kajian-kajian serta pertimbangan dari berbagai aspek, khususnya tingkat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut pedagang yang tidak ingin disebutkan namanya, bahwa dengan rencana dipindahkannya para PKL keluar pasar, tidak menjadikan solusi terbaik bagi pedagang, karena akan memunculkan masalah baru.

“Kita harus tahu seperti apa kebiasaan masyarakat pasar, terutama pedagang, ketika direlokasi kemudian tidak adanya aksi jual beli atau sepi dan lebih banyak meruginya, pasti akan kembali ke pasar yang lama, jelas ini akan memunculkan masalah baru,” ujar pedagang.

“Berniat untuk membuat indah pasar dengan cara merelokasi kami tapi akhirnya, anak istri kami tidak makan, dimana letak sisi kemanusiaannya rencana itu. Jika memang pemindahan tersebut menguntungkan kami dan adanya jaminan tempat relokasi baru menjadi sebuah harapan tidak masalah bagi kami, demi tercapainya program pemerintah setempat,” tambahnya.

Pada dasarnya, masyarakat pedagang tidak keberatan dengan rencana pemerintah, akan tetapi perlu dipertimbangkan pula dari sisi lain tentang perekonomian dan kesejahteraan keluarga PKL.

“Jadi jangan membuat rencana, akan tetapi tidak memperhatikan kesejahteraan kami yang harus menafkahi anak dan istri. Sebenarnya, para pedagang kaki lima PKL, siap mengikuti apa yang menjadi kebijakan pemerintah tapi jangan lupa pemerintah juga memperhatikan nasib anak dan istri kami,” ungkapnya.

Sementara itu, Dewan Penasehat Paguyuban Pasar Rangkasbitung, Dedi Rahmat secara pribadi mendukung semua program pemerintah dan terkait relokasi pedagang kaki lima (PKL) pasar Rangkasbitung yang ramai diberitakan di media. Menurutnya, sah-sah saja pemerintah merelokasi PKL, akan tetapi ada tahapan-tahapan yang harus dilakukan secara persuasif oleh Dinas terkait yaitu melakukan sosialisasi-sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat pedagang kaki lima, agar tidak menimbulkan keresahan.

“Memindahkan tempat bagi pedagang kaki lima tentu segala sesuatunya harus dipersiapkan mulai dari tempatnya yang harus refresentatif, tempat parkir bagi pengunjung, kendaraan angkutan umum yang harus diposisikan, agar menjadi daya tarik pedagang merasa nyaman dilokasinya yang baru. Selain itu adanya konvensasi bagi para pedagang yang akan direlokasi, seperti kios dan salar retribusi di gratiskan, karena ditempatnya yang baru semuanya harus beradaptasi terlebih dahulu,” ujar Abah Jamrong sapaan akrabnya, saat ditemui Selasa, (18/1/2022).

Sebagai Dewan Penasehat Paguyuban Pedagang Pasar Rangkasbitung, Abah Jamrong banyak mendapat masukan dan aspirasi dari para pedagang terlebih seputar informasi pemindahan PKL yang akhir-akhir ini ramai diberitakan dan menjadi sebuah obrolan oleh setiap pedagang khususnya PKL.

“Intinya apapun yang menjadi program pemerintah kami mendukung, tapi bicara soal relokasi PKL seharusnya ada mekanisme yang harus disampaikan kepada para pedagang kaki lima (PKL), agar informasi tersebut tidak menjadi sebuah informasi yang meresahkan masyarakat pedagang khususnya PKL,”pungkasnya.

(Maman. S)

Exit mobile version