jestv.id
Daerah

Bye Macet! Daerah Termuda Yang Dipimpin Wali Kota Terkaya ke-2 di Banten Bakal Kedatangan Flyover Sepanjang 500 Meter

JESTV.ID, SERANG – Banten menjadi salah satu provinsi dengan pembangunan daerah cukup pesat. Pada tahun 2025 ini, infrastruktur berupa flyover ditargetkan mulai dibangun di wilayah daerah terkaya kelima di Banten.

Flyover ini bisa mengurai kemacetan yang terjadi di wilayah yang dikenal dengan julukan kota santri ini. Sebagai informasi, Banten dikenal sebagai salah satu provinsi termaju di Indonesia.

Hal ini dibuktikan dengan pesatnya pembangunan infrastruktur di provinsi seluas 91.592,43 km2.

Diketahui bahwa Banten juga dikenal sebagai provinsi yang masuk jajaran wilayah terkaya di Indonesia. Di lansir dari data provinsi dengan jumlah penduduk lebih dari 12,8 juta jiwa ini berhasil mencapai angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) triwulan II tahun 2025 sebesar Rp232,23 triliun.

Sedangkan pencapaian PDRB harga konstan 2010 provinsi Banten mencapai Rp139,12 triliun. Sehingga tidak heran jika Pemprov Banten terus mengupayakan ketersediaan infrastruktur yang lengkap dan memadai di masing-masing kabupaten kota. Salah satu infrastruktur yang terus diupayakan Pemerintah Provinsi Banten yaitu Flyover Trondol.

Flyover Trondol merupakan rencana jangka panjang Pemprov Banten untuk mendukung pemerataan pembangunan di masing-masing kabupaten kota.

Flyover yang diestimasi memiliki kisaran panjang sesuai kebutuhan, yaitu mulai 100 meter hingga 500 meter ini. Hingga saat ini, realisasi pembangunan Flyover Trondol masih dalam tahapan perencanaan.

Kepala Dinas PUPR Banten, Arlan Marzan, menjelaskan ada tiga tahapan perencanaan flyover Trondol, mulai dari pendahuluan, laporan antara, sampai finalisasi laporan akhir.

Pembangunan flyover Trondol dimanfaatkan untuk mengurai kemacetan dari kota termuda Banten yaitu Serang.

Diketahui bahwa daerah dijuluki kota Santri ini disebut termuda karena baru berusia 18 tahun.

Di mana diresmikan sebagai kota otonom pada 10 Agustus 2007 berdasarkan UU Nomor 32 tahun 2007.

Bukan hanya untuk mengatasi kemacetan, pembangunan flyover Trondol juga dibangun untuk mendukung pengendalian banjir dan pengembangan potensi kawasan di kota yang resmi dipimpin wali kota terkaya ke-2 Banten yaitu Budi Rustandi.
Di mana diketahui memiliki kekayaan Rp7.618.968.956 berdasarkan data LHKPN.
Untuk tahapan selanjutnya, ada tiga desain pembangunan flyover Trondol yang sudah dibahas, di antaranya desain pertama Jalan Armada ke Warung Jaud, desain kedua underpass, dan desain ketiga rute Jamaksari ke Warung Jauhud. (Abdul Muhit)

Related posts

PPKM Resmi Dicabut, Gubernur Arinal Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas dan Tetap Waspada

admin

Kapolsek Curugbitung Polres Lebak dan Anggota Melaksanakan Operasi Premanisme

admin

Gali Potensi, WBP Lapas Rangkasbitung ikuti Pelatihan Pemasangan Baja Ringan

admin