Site icon jestv.id

Cipayung Plus Lebak Demo DPRD Tuntut Selamatkan Demokrasi, Hancurkan Rezim Oligarki dan Ekonomi Melejit Rakyat Menjerit

JESTV.ID, LEBAK – Mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus menggelar aksi demo di gedung DPRD Kabupaten Lebak. Meski di guyur hujan mahasiswa tetap bertahan menyampaikan orasinya, agar DPRD Lebak mendengar dan mengetahui keresahan masyarakat tentang problemmatik didalam negeri yang sedang terjadi, Senin (11/4/2022).

Aksi mahasiswa mengorasikan mulai dari isu perpanjangan masa periode Presiden, penundaan pemilu 2024 yang membuat kegaduhan. Juga terkait kenaikan harga BBM yang dapat dipastikan akan berdampak dan mempengaruhi inflasi secara umum dan Terakhir kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng.

Mahasiswa juga menyuarakan tentang Tarif PPN yang meskipun hanya 1% tapi tetap akan berpengaruh terhadap turunnya daya beli masyarakat karena dikenakan langsung kepada masyarakat dan juga mega proyek pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur yang sangat dipaksakan namun tidak realistis untuk dilakukan bila melihat situasi keuangan negeri saat ini serta persoalan kedaerahan lainnya.

Mahasiswa juga menyinggung tentang isu wilayah Kabupaten Lebak yang akan menjadi pembuangan sampah Sejobadatabek yang mahasiswa menilai terkesan tidak memperhatikan sisi negatif dari kebijakan tersebut.

Atas hal- hal itu, Himpunan Mahasiswa Islam Majlis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) Cabang Lebak dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang tergabung kedalam kelompok Cipayung PLUS Lebak mengadakan aksi dan menuntut DPRD Kabupaten Lebak.

1. Menuntut DPRD Lebak untuk mendesak Presiden Jokowi agar membatalkan mega proyek IKN dan mengkaji dampak buruk yang di timbulkan dari aspek hukum ekonomi sosial ekologi dan politik.

2. Mendorong Polres Lebak membentuk Satgas Untuk Memberantas mafia penimbun minyak goreng dan bbm.

3. Mendorong pemda Lebak melakukan operasi pasar umtuk menjaga harga bahan pokok dan ketersediaan BBM.

4. Tindak tegas oknum dalang yang membuat kegaduhan penundan pemilu.

5. Menuntut DPRD Lebak menolak kenaikan harga BBM dan menjaga stabilitas harga BBM subsidi.

6. Mengkaji ulang kenaikan ppn 11%.

7. Meminta Pemda Lebak ikut andil dalam menyelesaikan konflik Agraria di Kabupaten Lebak.

Dalam conferrence persnya, Habibullah
Ketua HMI Lebak, Sahrul Ketua GMNI Lebak, Bayu Ketum PMII, Mulyana Ketua HMI Lebak, Fitri Andini Ketua KAMMI Lebak.

“Siapapun dimanapun dan kapan pun jika ada yang ingin melangagar amanah amandemen UUD 1945 serta adanya kebijakan-kebijakan yang tidak pro terhadap masyarakat, maka disitulah mahasiswa akan menjadi garda terdepan dalam menolak segala bentuk kebejatan yang dilakukan oleh pemerintah, sudah sepantasnya mahasiswa harus mampu menegakan kebenaran sampai tetes darah penghabisan,” teriaknya.

Mahasiswa bersatu berharap semoga melalui pres liris ini dapat menjadi pertanda kuat bahwa organisasi kemahasiswaan merupakan pusat pusat kaum terpelajar yang sudah sepantasnya menjadi garda terdepan di dalam menjaga warisan -warisan baik yang diberikan oleh para pendiri bangsa lewat kucuran keringat air mata dan darah. (Omo/Sauri)

Exit mobile version