jestv.id
Daerah Hukrim

Diduga Penangkapan Sudah di Skenariokan Bb Bertambah, Sitaan Uang Raib Separo

JESTV.ID, LEBAK – Belakangan ini viral terkait ramainya peredaran penjualan obat golongan G di rangkasbitung yang membuat masyarakat resah dengan maraknya peredaran obat terlarang itu.

Akhir-akhir ini masyarakat rangkasbitung bertanya-tanya. Hal yang di pertanyakan masyarakat lebak ialah mengapa kios-kios yang jualan obat golongan G itu tidak ada satupun yang ditangkap. Padahal sudah jelas-jelas dan terang-terangan membuka kios ditempat-tempat strategis di wilayah kota rangkasbitung.

Masyarakat sudah mengetahui adanya aktivitas kios penjualan obat golongan G ini yang didominasi orang-orang pendatang dari luar rangkasbitung.

Padahal aduan dari masyarakat sudah dituangkan melalui pemberitaan. Tapi tak ada satupun kios-kios itu yang ditangkap.

Justru malah gencar nangkepin bandar diluar kota rangkasbitung.

Baru-baru ini sat narkoba Polres Lebak menangkap penjual obat golongan G jenis eximer dan tramadol di jalan kotabaru. Lagi-lagi penangkapan bukan kios penjual obat-obatan terlarang yang di dominasi kios aceh.

Ketua LSM GMBI Hasim saat mendengar dan membaca pemberitaan terkait penangkapan di jalan kotabaru langsung mendatangi TKP karna dikira kios aceh itu yang kena razia. Ternyata warga setempat (kotabaru-red).

Hasim pun menggali informasi dari keluarga yang tertangkap. Keluarga menceritakan saat penangkapan banyak kejanggalan, yang diduga seperti ada penambahan barang bukti yang dimasukan ke dalam botol, dan petugas saat menyita uang menyebutkan ada 10 juta rupiah. Tapi dalam pemberitaan hanya ada 7.700.000,- rupiah.

“Aneh saya koq bisa itu terjadi seperti ini. Apa motifnya koq seperti ini yah,” ujar Hasim.

Kakak Perempuan YM yang tertangkap menceritakan pada saat itu ada orang yang masih sahabatnya mau bantu dengan rekannya yang masih anggota polisi. Selanjutnya orang itu datang lagi melaporkan katanya minta 35jt untuk membebaskan YM.

“Waktu itu saya disuruh menyediakan uang 35 juta pak untuk membesakan adik saya. Dan saya aneh pak waktu pengeledahan kan ada uang juga yang nominalnya 10 juta. Saat itu polisipun ngomong ini uangnya 10 juta yah. Setelah saya baca beritanya koq cuma 7.700.000,-,” ujar Kakak YM.

Ditambahkan Kakak YM, Setelah kejadian selang beberapa hari penyidik berinisial SHN beserta anak buahnya mendatangi rumah YM, Karna SHN masih ada ikatan keluarga. SHN dan anak buahnya ngomong ke kakak perempuan YM, “Neng itu kan BB nya banyak, bahkan ada yang dibotol kolesom segala,” ujar SHN.

Sontak kakak tsk YM menjawab, “Paaaaak pada saat kejadian saya ada disitu menyaksikan. Dan polisi cuma bawa tas selempang, plastik warna hitam dan uang, saya melihat dengan jelas polisi tidak membawa botol kolesom. Saya mau bertanya sama bapak itu yang dari botol kolesom dapat dari mana,” tanya kakak YM.

(Tim Redaksi)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts

Kapolsek Warunggunung Bersilaturahmi Dan Memberikan Bantuan Kepada Anak Yang Menderita Cacat

admin

Kapolsek Sajira Hadiri Sosialisasi Konservasi SDA di Situ Pasir Ayunan Desa Sajira

admin

Penghasilan Tidak Ada, Masyarakat Meminta Kebijakan Dari Pemerintah Tentang Penutupan Stasiun Rangkasbitung

admin

Leave a Comment

Translate ยป