Site icon jestv.id

Diduga TPK Program “Ketapang” Desa SKM Hanya Hamburkan Anggaran Pemerintah

JESTV.ID, LEBAK – Menindak lanjuti pemberitaan terkait Program Ketahanan Pangan (Ketapang) di Desa Suka Mekar Sari (SKM) Kecamatan Kalanganyardeco sapin blanc et bleu www garner weihnachtskleidung für babys privileg basic 80 costumi a mutanda weihnachtskleidung für babys giochi da bambini da 8 anni amazon piante perenni per giardini rocciosi amazon pixxprint leinwandbilder philips hue 55 tv yema plongeuse lavazza machine a grain chaussure trail asics nike lunar oneshot white proyector philco 1000 lumens opiniones , Kabupaten Lebak- Banten yang dinilai gagal total oleh sejumlah masyarakat setempat, salah satunya Tokoh Pemuda Ateng.

Dengan banyaknya angka kematian ayam Kampung, pada konsep penggemukan yang dilaksanakan oleh Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) “Suherman” diduga berawal dari tidak ada keterbukaan kepada sejumlah anggota Kelompok Tani “Mekarjaya 1” yang berlokasi di Kampung Jugul, sehingga diduga pembelanjaan bibit ayam asal-asalan tanpa kompromi terlebih dulu dengan sejumlah anggotanya.

Mirisnya lagi kapasitas isi kandang di kelompok 1 yang seharusnya empat ratus (400) ekor hingga kini, kandang baru di isi 230 ekor.

Ateng Tokoh Pemuda setempat menuturkan, Suherman akan mengganti ayam yang mati melalui PT. Pengadaan ayam tersebut. Namun sampai saat ini tidak ada realisasinya.

“Jangankan mengganti yang mati, kuota empat ratus ekor pun tidak di penuhi,” ujar Ateng Tokoh Pemuda Desa Suka Mekar Sari (SKM) kepada awak media Jestv.id, Rabu (15/11/2023).

“Program Ketapang di Desa Kami saya nilai gagal total kang, karena khususnya pada kandang Kelompok Tani 1 di Kampung Jugul, harusnya di isi empat ratus ekor, sampai hari ini baru di isi dua ratus tigapuluh (230) ekor,” ungkap Ateng.

Lanjut Ateng, “Dari dua ratus tigapuluh ekor itu, belum dipotong angka kematian yang sangat banyak hingga ratusan, pokoknya program ini jelas hanya di manfaatkan oleh oknum tak bertanggungjawab saja, tidak ada niatan untuk mengembangkan program Ketahanan Pangan untuk anggota kelompok dan masyarakat setempat,” tandasnya.

“Ngomongnya ketua TPK akan meminta ganti ke pihak PT yang menyuplai ayam tersebut tapi boro-boro ganti yang mati, kewajiban yang empat ratus ekor aja belum tercukupi, jadi pertanyaan saya di kemanakan anggaran pemerintah yang jumlahnya ratusan juta,” tegas Ateng.

“Saya mewakili masyarakat berharap agar Ketua TPK bertanggungjawab,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan pihak TPK saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp tidak pernah mendapatkan respon. (Aris RJ)

Exit mobile version