JESTV.ID, LEBAK – Pada hari Senin,13 Februari 2023 puluhan awak media menghadiri agenda penyampaian progres proyek bendungan waduk Karian, yang pengerjaannya sudah hampir selesai.
Seusai melaksanakan rapat/audensi dengan pihak BBWSC di gedung pendopo kabupaten Lebak, Bupati Iti octavia Jayabaya mengarahkan agar semua pihak berkumpul di halaman gedung pendopo bermaksud agar pihak BBWSC menyampaikan terkait progres pembangunan waduk Karian.
Beberapa awak media berkumpul bermaksud menanyakan agenda hari itu, Senin (13/02/2023), tak diduga Salah Satu dari awak media melontarkan pertanyaan kepada pihak BBWSC terkait kompensasi terhadap pembebasan lahan sebanyak (11) warga pemilik lahan yang belum diberikan haknya.
Wartawan tersebut H. Edy Murfik yang juga sebagai Ketua DPD KWRI Banten, mempertanyakan terkait progres bendungan Karian, dan pihak BBWSC dicecar dengan persoalan kompensasi ganti-rugi lahan pembebasan didaerah sekitar bendungan Karian tersebut.
Pertanyaan dari Edy Murfik, kepada pihak BBWSC menyampaikan bahwa persoalan tersebut sudah lama dan sudah ditangani oleh pihak berwenang dalam hal ini pengadilan Negeri Kabupaten Lebak, karena dari sebelas (11) warga tersebut belum bisa membuktikan secara sahih kepemilikan lahan yang dibebaskan/sengketa.
Bahkan Edy Murfik juga bermaksud menunjukkan sejumlah surat penting yang dimaksud sebagai bukti bahwa semua pemilik lahan yang dimaksud sudah menempuh legalitas sebagai identitas kepemilikan secara sah.
Namun belum menunjukkan bukti-bukti yang dimaksud, Bupati Lebak Hj, Iti Octavia Jayabaya keburu marah karena pertanyaan tersebut sudah melenceng dari hak-hak seorang jurnalis dan terkesan intervensi yang bukan pada tempatnya.
“Sudah-sudah jangan kebanyakan berkicau ! Sebagai jurnalis seharusnya memfasilitasi proses pembangunan bendungan Karian. Dan sebagai masyarakat seharusnya mendukung progres proyek nasional, bukan malah malah sebaliknya. Sudah bubar-bubar sudah waktunya kerja, sudah pak bubar disini “KUASA” saya!!!,” ucap Bupati meminta perwakilan BBWSC tidak melanjutkan wawancara dengan wartawan.
Dengan terjadinya hal ini beberapa awak media di Kabupaten Lebak sedikit kecewa karena tidak bisa menyampaikan progres proyek bendungan waduk Karian kepada publik. (Aris RJ).
