JESTV.ID, PRINGSEWU – Polsek Pardasuka Polres Pringsewu Polda Lampung berhasil mengamankan seorang pelaku jambret yang sempat beraksi di jalan raya Pekon Pardasuka, Pringsewu Lampung pada (20/11/2022) yang lalu.
Kapolsek Pardasuka, Iptu Jumbadiyo, saat dikonfirmasi awak media pada Rabu (30/11/2022) siang membenarkan kabar pengungkapan kasus tersebut.
“Pelaku jambret tersebut telah berhasil kami amankan dan saat ini sudah dilakukan penahanan di rutan Polsek Pardasuka,” ujarnya mewakili Kapolres Pringsewu, AKBP Rio Cahyowidi.
Dikatakan Jumbadiyo, tersangka jambret itu berinisial HP (23) warga Pekon Doh Kecamatan Cukuh Balak Kabupaten Tanggamus Lampung.
“Tersangka dijemput paksa polisi dirumahnya pada Minggu 27 November 2022 sekira pukul 15.30 WIB,” lanjut Jumbadiyo.
Dari tangan tersangka, polisi berhasil menyita barang bukti 1 unit HP Merk Realmi C11 hasil kejahatan dan 1 unit sepeda motor yang digunakan tersangka saat melakukan aksi kriminalitas.
“Tersangka dan barang bukti sudah kami amankan dan kasus tersebut masih terus Kami kembangkan,” jelasnya.
Kapolsek menceritakan, kejadian bermula saat korban Nuraini (14) pelajar SMP asal Desa Penengahan Kecamatan Way Khilau Kabupaten Pesawaran sedang melintas di TKP dengan mengendarai sepeda motor, tiba-tiba dari arah belakang datang dua unit sepeda motor jenis matik yang di naiki oleh 4 orang yang tidak dikenal langsung memepet sepeda motor korban.
“Karena terkejut korban langsung menghentikan sepeda motornya dan tiba tiba salah satu pria tidak dikenal tersebut langsung mengambil paksa HP milik korban yang disimpan di dashboard motor lalu langsung melarikan diri. Korban sempat berteriak dan tersangka sempat dikejar warga namun tidak berhasil ditangkap,” paparnya.
Masih menurut Jumbadiyo, pengungkapan kasus tersebut, berawal dari informasi yang didapat anggota Unit Reskrim selama melakukan penyelidikan kasus.
“Akhirnya salah satu pelaku berhasil teridentifikasi dan kemudian kami tangkap, sementara itu tiga pelaku lain yang sudah diketahui identitasnya sedang dalam pengejaran,” ucapnya.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dikenai pasal 364 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.
“Tersangka terancam pidana penjara maksimal hingga 9 tahun,” pungkasnya.
(Ahsani Taqwin)
