Site icon jestv.id

Ketua Ormas GEMPAR Kritik Keras Terkait Penyaluran Bansos Beras di Desa Binong

JESTV.ID, LEBAK – Penyaluran beras pangan Desa Binong mendapatkan kritikan keras dari Ormas Gerakan Masyarakat Peduli Masyarakat (GEMPAR) Sekitar 282 KPM ( Keluarga Penerima Manfaat) mendatangi Kantor Desa Binong untuk menerima beras pangan yang bersumber dari perum Bulog sebanyak 20 kg alokasi bulan Juni – Juli 2025. Hal ini diduga banyak yang tidak tepat sasaran dan tidak adil. Kegiatan pembagiannya dilaksanakan di Kantor Desa Binong, Kecamatan Maja Kabupaten Lebak-Banten, Rabu (30/7/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekdes Binong Musa, didampingi Kasipem Desa Binong Abdul Ropik, Kasi Ekbang Suherman, Kaur Umum Yadi, BPD, Perades,
Ketua RT/RW.

Ketua Ormas GEMPAR H. Suryadi mengatakan, dalam pembagian penyaluran beras pangan Bulog tahun 2025, diduga tidak tepat sasaran karena yang mampu dapat bantuan beras sementara yang tidak mampu tidak mendapatkan beras.

“Tidak tepat sasaran (ari anu boga sawah lega meunang, bahkan boga harta, keur daruratna di jual lima puluh juta mah gampang, sementara anu sama sakali teu boga pagawean, bahkan teu boga harta sama sakali teu meunang beas ) artinya yang memiliki sawah luas dapat, bahkan punya harta pun dapat, dan secara daruratnya dijual lima puluh juta juga gampang, sementara yang tidak punya pekerjaan, bahkan tidak punya harta, tidak punya usaha, tapi tidak mendapatkan beras, ini harus di evaluasi data penerima bantuan dari pemerintah,” tegasnya.

“Nah dari hal inilah Pemerintah Desa agar dapat melakukan Verifikasi dan Validasi secara berkala agar bantuan bansos beras tersebut benar-benar diberikan kepada masyarakat tepat sasaran,” tambahnya.

Lanjut H. Suryadi, anehnya dari penyaluran beras di Desa Binong sebelumnya sebanyak 514 KPM, anehnya Ko bisa menjadi 282 KPM, hal inipun patut di pertanyakan.

Pihak media Jestv melakukan konfirmasi kepada Sekdes yang diwakili Abdul Ropik.
“Iya betul, saat ini kami pemerintah Desa Binong menggelar kegiatan penyaluran pembagian beras pangan Bulog kepada 282 KPM (Keluarga Penerima Manfaat), dalam pembagiannya masing-masing KPM mendapatkan 20 kg beras bulog atau sebanyak 2 karung beras dan setiap karung berisi 10 kg,” ujarnya kepada media.

“Terkait data Penerimaan Beras Pangan, Kami pihak desa Secara tiba-tiba ada data pembagian bansos beras pangan sebanyak 282 KPM dan saat itupun kami pihak desa tidak tahu menahu siapa yang berhak menerima beras tersebut, bahkan kamipun merasa heran dari mana data tersebut didapatkan, selanjutnya kami pihak desa melakukan koordinasi dengan TKSK Maja menurutnya bahwa data tersebut murni memfinalisasi dari DTSEN,” jawabnya.

Kami berharap, semoga pemerintah dapat menyalurkan beras pangan ini secara terus-menerus, begitupun memberikan penambahan kuota untuk masyarakat yang belum menerima namun layak tepat sasaran. (Yanto)

Exit mobile version