JESTV.ID, LEBAK – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lebak, Banten menggelar acara sosialisasi Munajat Kebangsaan Ikrar Bersama dalam Pilkada Damai 2024. Mengusung tema “Merajut Asa Melalui Do’a Menuju Pilkada Damai 2024” bertempat di Alun-alun Kota Rangkasbitung, Rabu (31/7/2024).
Dalam sambutannya Ketua KPU Kabupaten Lebak, Dewi Hartini mengatakan sebagai upaya penyelenggaraan Pilkada serentak tahun 2024 dapat terlaksana dengan baik. Salah satu indikatornya adalah untuk tingkat partisipasi Pilkada mendatang.
“Biasanya partisipasi di Pilkada jauh lebih rendah dibandingkan tingkat partisipasi pada Pilkada sebelumnya, dan sebagai upaya yaitu dengan kegiatan sosialisasi yang terus dilaksanakan sebagaimana amanat Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang pemilihan dan PKPU Nomor 9 Tahun 2022 pasal 31 tentang partisipasi masyarakat dalam pemilihan,” kata Dewi dalam sambutannya.
Keputusan KPU Nomor 620 Tahun 2024 tentang pedoman teknis sosialisasi dan pendidikan pemilih melalui metode sosialisasi kolaborasi antar umat beragama.
“Seyogianya demokrasi milik kita bersama tanpa memandang rasa agama, suku, etnik, dan lain sebagainya. Semoga melalui acara malam ini, yang bertajuk Merajut Asa Melalui Do’a Menuju Pilkada Damai 2024,” terangnya.
Lebih lanjut Dewi Hartini menuturkan KPU Lebak dapat merealisasikan Pilkada Serentak Tahun 2024 Inklusif secara utuh. “Di Kabupaten Lebak cukup majemuk, tapi perbedaan bukan menjadikan perpecah belah. Agama itu bukan ada di baju, tapi agama itu ada di hati kita. Dan inti dari agama adalah kemanusiaan,” jelasnya.
Sementara itu, Pj Bupati Lebak Iwan Kurniawan dalam sambutannya mengajak kepada masyarakat Kabupaten Lebak untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati Lebak serta Gubernur dan Wakil Gubernur Banten pada Pilkada serentak tahun 2024.
“Ayo seluruh masyarakat Kabupaten Lebak datang ke TPS pada hari Rabu Tanggal 27 November 2024,” ajak Pj Bupati Lebak.
“Lebak memanggil suaramu bermakna. Terimakasih Lebak Unique,” ujarnya.
Acara sosialisasi turut diramaikan dengan penampilan dari masing-masing perwakilan diantaranya penampilan hadroh dari pondok pesantren, paduan suara dari jema,at umat kristiani, barongsai dari umat Budha dan Khongucu Avalokitesvara Rangkasbitung serta penampilan angklung buhun seni budaya masyarakat Baduy mewakili penganut kepercayaan. (MS)

