JESTV.ID, PRINGSEWU – Jajaran UPTD Puskesmas Pardasuka sudah menelusuri asal vaksin DPT3 yang ada di tiga bidan desa yang ada di Pardasuka. Hasil penelusuran itu dipastikan bahwa para mereka mendapatkan vaksin DPT3 dari distributor resmi.
Kepala UPTD (KUPTD) Puskesmas Pardasuka, Mujimin, mengatakan bahwa tiga bidan tersebut berupaya membantu mengatasi kekosongan vaksin DPT3 dengan membeli dari distributor.
“Sudah kita cek di lapangan, tiga bidan itu mempunyai inisiatif mengisi kekosongan vaksin, khususnya DPT3 yang memang susah, dengan menghubungi distributor obat,” kata Mujimin, Selasa (30/07/2024).
Masih menurut KUPTD, pihaknya tentu berterima kasih kepada tiga bidan itu karena bisa membantu masyarakat yang kesulitan mencari vaksin untuk anak-anak mereka.
“Ya kita bersyukur ada upaya dari para bidan disaat terjadi kekosongan stok vaksin di Posyandu dari Dinas (Kesehatan),” tutur KUPTD.
Sementara itu ditemui terpisah Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Pringsewu, Hadi Muhtarom, mengatakan bahwa kekosongan vaksin dari Dinas Kesehatan memang sempat terjadi kekosongan pada beberapa waktu lalu.
“Kekosongan (vaksin) itu dari bulan tiga tapi sekarang stoknya sudah ada tinggal didistribusikan saja ke Puskesmas. Kosongnya itu karena distribusi dari atas yang memang terbatas, apalagi vaksin DPT,” kata Hadi.
Ditambahkan Hadi, meskipun dari Dinas Kesehatan stok vaksin kosong tapi tidak menutup kemungkinan jika bidan desa menyediakan stok dengan membeli sendiri.
“Di rumah sakit swasta misalnya, mereka mengadakan vaksin tapi vaksinnya beli sendiri. Begitu pun bidan, mereka bisa beli sendiri karena memang ada distributornya, yakni Bio Farma. Itu diperbolehkan dan dipersilahkan,” tandasnya. (Ahsani Taqwin(
