JESTV.ID, LEBAK – Een seorang warga yang Kecewa Lambatnya Pelayanan Dinsos Lebak, hingga harus membayar secara umum dan dituntut untuk melunasi sisa pembayaran ke RSUD Adjidarmo, mendapat perhatian dari kalangan yang ingin membantu melunasi sisanya ke RSUD Adjidarmo.
Bermaksud mengkonfirmasi terkait pihak Dinsos Lebak yang seolah mengabaikan permohonan dari masyarakat terkait lambatnya penandatanganan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) yang ramai diberitakan.
Tanpa sengaja awak media mendapat informasi perkembangan baru terkait persoalan tersebut. Meskipun pasien sudah dipulangkan oleh keluarganya dengan biaya pengobatan secara umum yang belum dibayarkan semuanya, pihak pasien masih punya tanggungan sisa pelunasan biaya rawat inap ke pihak RSUD Adjidarmo sebesar Rp. 1.200.000,- (Satu Juta Dua Ratus Ribu Rupiah) yang belum dibayarkan.
Informasi yang didapatkan pada hari Kamis (02/03/2023) kemarin, ada satu pihak yang menghubungi ibu Een Kurniasih melalui pesan Whatapps nya, yang menyampaikan jika ada telpon dari ibu Nenden angkat saja.
“Bu nanti kalau ada yang nelpon dari namanya ibu “Nenden Yulia” angkat saja ya Bu, sampaikan hal yang sebenarnya yang terjadi,” ucap Een kepada media yang tidak mengetahui siapa yang yang menulis pesan tersebut.
Een menceritakan sekira pukul 17.00 WIB, mendapat telpon dari yang mengaku Nenden Aulia yang akan membantu pelunasan sisa pembayaran ke rumah sakit Dr. Adjidarmo.
Keingintahuan media yang saat itu bersama Hasim Ketua LSM GMBI Kabupaten Lebak, meminta Een agar dapat merekam percakapannya dengan seorang yang mengaku Nenden Yulia tersebut.
“Iya saya dihubungi bu Nenden Yulia yang siap membantu melunasi pembayaran sisa biaya rumah sakit anaknya Dea Amelia yang belum lunas, sebesar Rp. 1.200.000,- (Satu Juta Dua Ratus Ribu Rupiah) dan saat itu saya dijanjikan ketemu di depan rumah sakit RSUD Adjidarmo, saya pun menyanggupi bertemu di sekitar area rumah sakit,” ungkapnya.
Karena Een dijanjikan untuk bertemu di area rumah sakit hari Jum’at (3/03/2023) segeralah bergegas untuk bertemu. Namun karena terlambat datang akhirnya pertemuan batal, lantaran Nenden mengaku terlalu lama menunggu dan sudah kembali lagi.
“Iya, sekira pukul 08.00 wib pagi, ibu Nenden Yulia menghubungi saya, dan saya pun berkemas untuk berangkat menemuinya di rumah sakit, tapi setelah saya hubungi sekira jam 09.00 wib setelah saya di rumah sakit Adjidarmo, sendirian karena ibu Nenden mengarahkan agar saya datang sendiri, hingga akhirnya ibu Nenden bilang, saya lama nunggu Bu, akhirnya saya balik lagi,” keluh Een Kurniasih yang tidak bisa bertemu dengan yang berniat membayarkan sisa pembayaran ke rumah sakit. (Aris RJ)
