Site icon jestv.id

Pelaksanaan Proyek Rehabilitasi Puskesmas Cijaku di Duga Tidak Dilengkapi Direksi keet Dan K3

LEBAK, JESTV.ID – Pelaksanaan perkerjan proyek rehabilitasi dan pemeliharaan gedung puskesmas rawat inap di Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak – Banten. Program Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Kesehatan, yang di kerjakan oleh CV. Nusantara dengan Anggaran biaya sebesar Rp. 810.108.126. Sumber Anggaran Dari Dana Insentif Daerah (DID) Anggaran tahun 2021. Diduga tidak dilengkapi dengan kantor direksi keet dan Safety Keselamatan Kerja dan Kesehatan (K3) . Padahal sebetulnya keberadaan kedua item tersebut baik itu direksi keet ataupun K3 ada dalam Rancangan Anggaran Belanja (RAB).

Keberadaan direksi keet atau kantor lapangan itu sifatnya mutlak harus ada, bahkan itu menjadi salah satu persiapan sebelum melaksanakan pembangunan proyek. Kontraktor tidak bisa mengerjakan pelaksanaan pembangunan jika belum menyelesaikan pembuatan kantor direksi keet tersebut.

Nampak salah satu pegawai yang tidak dilengkapi dengan Alat Safty keselamatan sedang melakukan pekerjaannya berada di atap bangunan untuk melakukan pemasangan genting metal.

Saat ditemui Anton kepala kuli atau mandor yang mengaku berasal dari Pelabuhan ratu pada Selasa (19/10/2021).” Mengatakan pelaksanaan pembangunan proyek Rehab tersebut sudah berjalan sekitar satu bulan.

Pelaksanaannya sudah berjalan kurang lebih sekitar satu bulan dan untuk kantor direksi keet iya pun mengakui memang tidak ada.

saat rekan wartawan menanyakan terkait seputar  alat Sefty para pekerja seperti sepatu, helm, rompi dan Standar keselamatan prokes covid-19. Ia pun mengakui tidak ada.”Katanya.

Akan tetapi untuk mendapatkan informasi yang lebih jelasnya nanti aja tanya langsung ke pelaksananya kebetulan untuk sekarang orangnya enggak ada di lapangan.”Katanya.

Ditempat yang sama salah satu pegawai yang mengaku ditunjuk sebagai kepercayaan pelaksana mengatakan kegiatan Renopasi  yang akan dilaksanakan ini hanya Rehab lantai dan pengecatan dinding saja.

Pekerjaan ini hanya Rehab pak, yang direhabnya itu tidak semua bangunan gedung, hanya lantai  dan pengecatan dinding. kalau untuk lantai itu dibongkar dan akan diperbaiki sesuai RAB.”Katanya.

Pantawan wartawan di lapangan pekerjaan ini seperti kurang pengawasan dari pihak dinas terkait, pasalnya nampak para pekerjanya pun tidak menggunakan Safty keselamatan serta dugaan adanya beberapa item material bekas yang sudah tidak layak namun masih digunakan.(Red)

Exit mobile version