JESTV.ID, LEBAK – Ramai di beritakan di media online terkait salah satu perusahaan tambang pasir yang berlokasi di Kampung Tutul, Desa Nameng, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak yang memakan korban jiwa. Nyawa pekerja tambang pasir tewas di tempat, akibat tertimpa alat berat eskavator.
Korban atas nama Iwan umur 30 tahun asal Kampung Bahbul, Desa Cimangeunteng, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Seperti Informasi yang diberitakan, salah satu warga Aling saat dihubungi melalui pesan whatsapp, membenarkan dengan adanya kejadian pekerja tambang pasir yang tertimpa eskavator atas nama Iwan asal kampung Bahbul, Desa Cimangeunteng umur 30 tahun dan korban sudah di bawa kerumah duka dan korban meninggalkan satu istri serta tiga anak.
“Saat kejadian Iwan pekerja di perusahan tambang pasir PT Birga Kartika saat hendak mengoperasikan eskavator beko dan akan memindahkan tempat alat berat, tiba tiba excavator Oleng hilang kendali, karna kondisi tanah longsor, hingga eksavator beko menimpa salah satu pekerja. Saat evakuasi korban, masyarakat setempat sangat kesulitan karna kondisi korban tertimpa alat berat eskavator bagian badan dan kepalanya tertindih eskavator,” katanya.
Atas kejadian tersebut, keluarga korban meminta kepada pihak perusahan tambang pasir PT Birga Kartika agar bertanggungjawab atas meninggalnya anggota keluarganya.
Saat di konfirmasi media Jestv.id melalui pesan whatsapp dan WA nya padahal aktif dan centang dua, pemilik galian tambang pasir atas nama Yudi bungkam tidak menjawab apa-apa, padahal nomor wa nya aktip dan sampai berita ini ditayangkan pihak pengusaha galian tambang pasir tidak menjawab. (HERMAN)
