JESTV.ID, LEBAK – Penambahan ruang Unit Sekolah Baru (USB) yang sudah selesai dilaksanakan pembangunannya membuat bingung pihak Sekolah Khusus (SKh) Negeri 03 Lebak. Pasalnya, dari ke 3 (tiga) bangunan yang baru selesai dilaksanakan tersebut, ada salah satu bangunan yang mengalami retak bahkan keretakannya setiap hari selalu bertambah banyak.
Pihak sekolahpun mengaku bingung harus bagaimana karena tugas mereka disekolah tersebut hanya mengajar. “Jadi kalau ada kejadian seperti ini kami dari pihak sekolah harus bagaimana karena kewenangan kami disini hanya melaksanakan tugas mengajar,” kata Madsari, S.Pd., M.M Selaku Wakil kepala sekolah (Wakasek) bagian Humas saat ditemui wartawan pada Senin (03/01/2022).
“Secara pribadi ya Alhamdulillah sekolah SKhN 03 Lebak sudah ditambah bangunannya. Tapi itu tadi secara formal kami bingung karena kondisi seperti itu kami harus konsultasi kesiapa dan harus bagaimana karena pihak pelaksana juga sudah tidak ada,” Katanya.
Menurutnya, “Kemarin memang sempet ada yang datang dari pihak dinas, Pak Kabid beserta kasie Sarpras sudah melihat kondisi fisik bangunan yang retak tersebut. Dan kami para guru di sekolah ini kembali lagi ke pihak dinas bagaimana instruksi dari Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Banten. Kalau intruksinya suruh diterima walau kondisinya seperti itu ya kami terima. Tapi kami juga berharap gedung tersebut dilakukan perbaikan kembali agar hasilnya bagus dan kuat,” Katanya.
Ade Ropiudin Wakasek kesiswaan juga mengatakan hal yang sama, “Kami sendiri sebagai guru kembali lagi kepada pimpinan kami yaitu Dindik, kalau mereka merima bangunan dengan kondisi seperti itu ya kami terima. Kami para guru gimana dari dinas saja, kalau misalkan suruh di isi ya kami isi sambil berdo’a mudah – mudahan tidak terjadi apa – apa karena pihak sekolah mah tergantung dinas.
Artinya kami sebagai guru ketika sudah di serahkan oleh pihak dinas kepada kami dan suruh di isi ya kami isi, karena kami akan memanfaatkan ruangan yang bisa di manfaatkan. Adapun kondisinya seperti itu Kita pasrahkan saja kepada yang maha kuasa karena kita juga tidak punya ilmunya untuk mengukur kekuatan bangunan itu,” ungkap Ade. 
Sementara ditempat yang sama, Sarnaca, S.Pd kepala sekolah SKh Negri 03 Lebak mengatakan, kemarin sudah diperiksa oleh pihak dinas saya mendengar pihak dinas sudah menghubungi pihak kontraktor agar bangunan yang retak tersebut diperbaiki kembali.
Sarnaca sendiri mengaku, kurang berkomunikasi dengan pihak pelaksana ataupun pihak dinas karena kondisi sakit.
“Kalau saya kurang berkomunikasi, baik dengan pelaksana atau pun dengan pihak dinas mengenai bangunan tersebut karena kondisi saya sedang sakit. Tapi Kalau kemarin saya mendengar langsung karena disamping saya pak Kabid menghubungi kontraktor agar secepatnya diperbaiki,” katanya.
Diketahui, pekerjaan pembangunan ruang kelas Unit Sekolah Baru (USB) di Sekolah SKhN 03 Lebak yang berlokasi di Kampung Cihagaru Desa Kadujajar Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak, tersebut dikerjakan oleh CV. Karya Sri Raharjo. dengan nilai kontrak Rp 570.545.600 yang dibiayai dari APBD- P Provinsi Banten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindik Bud) Provinsi Banten.
(Kusnadi)
