LEBAK,JESTV.ID-Maraknya pelaksanaan proyek program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang berlokasi di wilayah Lebak Selatan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. yang saat ini pelaksanaan pekerjaanya sedang berjalan, yang berlokasi di beberapa Desa yang ada di Kabupaten Lebak, diduga menggunakan matrial pasir ilegal.

padahal pemerintah sudah menganjurkan para pelaksana proyek untuk menggunakan pasir legal dari pertambangan pasir yang sudah memiliki ijin, kata Sudarmanto salah satu aktivis Lebak Selatan,saat bertemu wartawan pada Selasa (27/4/2021).

Menurutnya saat ini pemerintah Kabupaten Lebak sudah menutup lokasi pasir laut ilegal yang berada di wilayah Lebak selatan melalui muspika dan satpol PP kecamatan setempat seperti lokasi pasir Cihara, Panggarangan dan Bayah. tapi pada kenyataannya semua proyek P3TGAI yang pernah saya datangi ke lokasi di wilayah Lebak selatan seperti kecamatan Cijaku, Malingping dan Wanasalam. kegiatannya rata – rata masih menggunakan pasir laut atau pasir ilegal seperti halnya salah satu kegiatan yang berlokasi di Desa Cipedang Kecamatan Wanasalam.” Katanya.

Itu artinya pelaksana proyek P3-TGAI mungkin sama saja dengan mendukung kegiatan penambangan pasir ilegal. Anehnya lagi dapat darimana pasir laut tersebut karena yang saya tau sekarang ini lokasi tambang pasir laut yang ada di wilayah Lebak selatan semuanya sudah ditutup tapi mereka masih bisa mendapatkan pasir tersebut.”Ujarnya.

Diketahui proyek P3-TGAI ini merupakan Proyek milik Kementrian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (Kemenpupr) yang dikerjakan oleh kelompok pertanian setempat dengan nilai Anggaran sebesar RP.195.000.000,- bersumber dari APBN Pemerintah pusat tahun 2021.(Kusnadi)

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate ยป