jestv.id
Daerah

Ramai Pemberitaan Soal Waduk Karian di Lebak Banten: Direktur Lembaga Eksklusif Etos Indonesia Sampaikan Ini

JESTV.ID, LEBAK – Ramainya kabar di berbagai media online di Kabupaten Lebak, terkesan simpang-siur, media satu dengan yang lain sangat berbeda keterangannya. Hal ini membuat Direktur Lembaga Eksklusif ETOS Indonesia Institut, Iskandar Syah harus menyampaikan sebagai bentuk perhatiannya kepada publik.

Saat dihubungi via telpon oleh awak media mengatakan jika tidak ada rahasia kenapa harus harus terkesan ekslusif.

“Jika tak ada yang di rahasiakan mengapa mereka terkesan eksklusif. Saya kira biaya pembangunan proyek itu pake uang negara (APBN) loh, terus uang negara berasal dari mana. Tentunya uang tersebut dari rakyat yang membayar pajak, baik pajak bermotor, hiburan, belanja, jual properti dan masih banyak yang lainnya, termasuk rekreasi. Kalau rakyat yang membayar pajak juga tidak boleh melihat secara langsung proses pembangunan tersebut, tentunya hal ini akan menimbulkan banyak pertanyaan dari berbagai pihak,” ucapnya, kepada media Minggu (02/04/2023).

Apalagi lanjut Iskandar, media terkesan dipilih sehingga pada akhirnya keterangannya pun berbeda.

“Satu sisi mengabarkan hal yang sebenarnya terjadi, atas larangan terhadap seorang wartawan. Di sisi lain berbanding terbalik bahkan waduk Karian bebas di kunjungi siapa saja, ini membuat bingung masyarakat luas sebagai pembaca kabar berita online. Jadi disini, saya berasumsi ada persekongkolan dengan beberapa media yang dipilih oleh mereka, yang bisa kongkalikong untuk menulis berita yang baik-baik. Terus era transparansinya mana,” ungkap Iskandar.

“Negara yang terlalu banyak retorika belaka, penuh kepalsuan dan sandiwara. Pejabat di Banten dari Gubernur, Kapolda, Kejati dan pejabat lokal di lokasi pembangunan di Kabupaten Lebak Banten, harusnya memberi tahu bahwa pembangunan itu uang negara yang dihasilkan dari keringat rakyat, bukan uang yang datang sekonyong-konyong dari langit. Buktikan transparansi kepada publik lah, tak perlu di ada yang di sembunyikan,” sambungnya.

Apalagi kabarnya akhir tahun ini proyek selesai dan akan di resmikan oleh presiden RI, jadi tak perlu malu kalau memang semua baik-baik saja.

“Proyek yang memakan anggaran yang cukup besar ini memang harus di kontrol oleh semua pihak, termasuk Media dan masyarakat,” pungkas Iskandar. (Aris RJ)

Related posts

Pemprov Lampung Gelar Kegiatan Penetapan Hub Jaringan Inovasi Pelayanan Publik (JIPP) Pemerintah Daerah 2023

admin

Belum Direspon Pemerintah, Jalan Poros Desa Rusak Parah di Desa Cilayang Dikeluhkan Warga

admin

Kades Tambak Kecamatan Cimarga Diduga Rangkap Jabatan

admin