Site icon jestv.id

Sejenak Pagi : Siroh Nabawiyah (68) “Pernikahan Agung”

JESTV.ID, Sejenak Pagi – Bunda Khadijah memiliki teman seorang wanita bangsawan bernama Nafisah binti Munyah. Nafisah tahu setelah suami kedua Bunda Khadijah meninggal, banyak bangsawan Quraisy yang melamarnya, namun Bunda Khadijah menolak. Nafisah tahu bahwa Bunda Khadijah takut semua lamaran itu hanya bertujuan mengincar hartanya. Lebih dari itu, Nafisah juga tahu bahwa yang diinginkan Bunda Khadijah adalah seorang laki-laki berakhlak agung. Nafisah juga tahu bahwa ada satu laki-laki yang seperti itu di Mekah, ia adalah Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam.

Karena itulah, begitu Bunda Khadijah membuka diri kepadanya tentang Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam, Nafisah tidak terkejut lagi. Bunda Khadijah meminta Nafisah mencari jalan untuk mengetahui bagaimana pandangan Nabi Muhammad Sholalohu ‘Alaihi Wasallam tentang dirinya. Maka, ketika Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam dalam perjalanan pulang dari Ka’bah, Nafisah menghentikannya. Nafisah pun bertanya,
“Wahai Muhammad, Anda telah menjadi seorang pemuda. Banyak lelaki yang lebih muda dari Anda telah menikah dan beberapa di antaranya bahkan telah mempunyai anak. Mengapa Anda tidak menikah?”

“Aku belum mampu menikah, ya Nafisah. Aku belum mempunyai kekayaan yang cukup untuk menikah.”

“Apa jawaban Anda jika ada seorang wanita yang cantik, kaya, dan terhormat mau menikah dengan Anda walaupun Anda belum mampu?”

Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam balik bertanya dengan sedikit terperangah,
“Siapakah wanita itu?”

Nafisah tersenyum, “Wanita itu adalah Khadijah putri Khuwailid.”

Alis Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam tambah terangkat,

“Khadijah? Bagaimana mungkin Khadijah mau menikah denganku? Bukankah Anda tahu bahwa banyak bangsawan kaya raya dan kepala-kepala suku di Arab ini yang telah melamarnya dan ia telah menolak mereka semua?”

“Jika Anda mau menikahinya, katakan saja dan serahkan semuanya kepadaku. Aku akan mengurus semuanya.”

Ketika itu Abu Thalib menyetujuinya, Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam pun mengiyakan Nafisah. Maka, pernikahan pun dilangsungkan.
Sebagai pengantin, Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam datang didampingi paman-pamannya yang ikut berbahagia.

*Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad*

Wallahu A’lam Bisshawab

Yaa Alloh Yaa Robb…
Ampunilah dosa dan kesalahan Murrobi dan guru² kami.
Ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah kami, keluarga kami dan saudara² kami.

Yaa Alloh Yaa Robb…
Sehat dan sembuhkan saudara dan sahabat kami yang sakit.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.
Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.
Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.
Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Jadikan negri ini menjadi lebih baik.
*Robbana Taqobbal Minna*
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), Aamiin.

(H. Riky)

Exit mobile version