JESTV.ID, LEBAK – Pembangunan jalan desa itu tersebar di: Kabupaten Lebak: 11 ruas, Kabupaten Pandeglang: 9 ruas; Kabupaten Serang: 4 ruas; Kabupaten Tangerang: 4 ruas; Kota Serang: 4 ruas; Kota Cilegon: 1 ruas.
Kabupaten Lebak dan Pandeglang kembali menjadi wilayah prioritas.
“Pada tahun 2026, jangkauan pembangunan terus diperluas untuk memastikan pemerataan konektivitas di seluruh pelosok Banten,” ujar Andra.
Program Bang Andra dirancang sebagai program pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya meningkatkan konektivitas, tetapi juga memperkuat sektor pertanian, UMKM, akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga mendorong investasi daerah.
“Filosofi pembangunan adalah keberlanjutan. Kita kerjakan secara bertahap, terukur, dan tepat sasaran. Yang terpenting masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung,” katanya.
Menurut Andra, jalan yang dibangun harus menjadi penghubung tumbuhnya aktivitas ekonomi dan terbukanya peluang kesejahteraan bagi masyarakat desa.
“Membangun Banten tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
DPUPR: Prioritaskan Jalan Penunjang Aktivitas Ekonomi
Kepala DPUPR Provinsi Banten Arlan Marzan menjelaskan, ruas jalan yang masuk dalam Program Bang Andra merupakan usulan pemerintah desa atau kelurahan melalui pemerintah kabupaten/kota yang kemudian diverifikasi oleh Pemprov Banten.
“Kami menerima usulan dari pemerintah kabupaten dan kota, kemudian dilakukan survei untuk memastikan ruas jalan tersebut layak menjadi bagian dari program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Banten,” katanya.
Menurut Arlan, terdapat sejumlah kriteria dalam penetapan lokasi pembangunan, di antaranya jalan yang menjadi akses utama menuju sekolah, fasilitas kesehatan, pasar, pusat perdagangan, serta kawasan pertanian.
“Tujuan utama program ini adalah memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan perekonomian,” ujarnya.
Warga Rasakan Manfaat Bang Andra
Manfaat Program Bang Andra mulai dirasakan masyarakat di berbagai daerah.
Tokoh masyarakat Desa Majau, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, Kholilullah mengatakan pembangunan Jalan Majau-Mekarwangi sepanjang 1,3 kilometer telah mengubah aktivitas warga.
“Dulu jalannya becek, penuh kerikil tajam, dan sulit dilalui. Anak-anak sekolah kesulitan, warga membawa hasil panen juga susah. Sekarang alhamdulillah sudah bagus dan biaya angkut menjadi lebih murah,” katanya.
Ketua RT Kampung Ranca, Desa Karyajaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Uswani (50), mengungkapkan kondisi Jalan Luwuk-Grewel sebelumnya rusak parah sehingga petani harus menggunakan jasa panggul untuk mengangkut hasil panen.
“Sekarang jalannya sudah bagus. Petani tidak lagi terbebani biaya angkut dan hasil panen bisa dibawa sendiri,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan warga Desa Sukadame, Kabupaten Pandeglang. Epan mengaku pembangunan jalan membuat akses masyarakat menjadi lebih mudah dan nyaman.
“Terima kasih Pak Andra Soni, jalan kami sudah dibangun sehingga lebih nyaman dan lancar. Mudah-mudahan jalannya awet,” katanya.
Warga lainnya, Siti, mengatakan jalan yang sebelumnya rusak dan berlumpur saat hujan kini sudah layak dilalui.
“Alhamdulillah sekarang sudah diperbaiki. Ini sudah lama ditunggu masyarakat,” ujarnya.
Dengan kondisi jalan yang lebih baik, waktu tempuh masyarakat menuju sekolah, puskesmas, pasar, dan pusat kegiatan ekonomi menjadi lebih singkat.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Sektor Pertanian
Program Bang Andra juga dinilai berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Banten. Pada 2025, ekonomi Provinsi Banten tumbuh 5,37 persen, meningkat dibandingkan 2024 yang sebesar 4,79 persen dan melampaui rata-rata nasional sebesar 5,11 persen.
Dari sisi lapangan usaha, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 9,60 persen.
Sementara pada Triwulan I 2026, ekonomi Banten tumbuh 5,64 persen (year on year), dengan sektor pertanian mencatat pertumbuhan tertinggi mencapai 17,88 persen.
Perbaikan akses jalan desa juga memberikan dampak langsung terhadap aktivitas pertanian karena mempermudah distribusi hasil panen dan menekan biaya transportasi petani.
Selain itu, kesejahteraan petani turut menunjukkan tren positif. Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Banten pada akhir 2025 tercatat sebesar 111,81, sedangkan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) mencapai 117,43, yang mencerminkan meningkatnya daya beli dan kemampuan usaha petani dalam menutup biaya produksi serta mengembangkan usahanya.
Melalui Program Bang Andra, Pemprov Banten berharap pembangunan infrastruktur desa dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan sektor pertanian, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Red)

