JESTV.ID, LEBAK – Ratusan warga yang diduga mengalami keracunan makanan di Kecamatan Cijaku kabupaten Lebak – Banten, sudah menjalani perawatan medis dan dinyatakan sudah sembuh sehingga warga tersebut sudah dipulangkan ke rumahnya masing-masing, pada Selasa (25/01/2022) sekitar pukul 16.00. WIB.
Dari data yang diterima wartawan, sebanyak 181 warga di Kecamatan Cijaku. Mengalami keracunan akibat makanan yang mereka dapatkan dari salah satu toko material yang sedang melaksanakan syukuran pada hari kamis sore kemarin, kini sudah sembuh dan sudah bisa pulang kerumah masing- masing. Bahkan ada sekitar 3 orang yang sempat dirujuk ke RSUD Malingping juga sudah dinyatakan sembuh dan sudah dipulangkan.
Dari hasil Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Lebak, menduga penyebab terjadinya keracunan tersebut disebabkan dari bakteri E Coli dan Salmonella.
“Kambing gulai ayam, tempe goreng E.coli Positif dan telur rebus salmonella positif. Kalau mie itu negatif.” Kata Kepala unit pelaksana teknis daerah Labkesda Lebak, Agung Nugraha kepada sejumlah awak media.
Menurut Agung, adanya bakteri E coli di dalam makanan tersebut disinyalir lantaran proses pengolahannya tidak dilakukan secara higienis,” katanya.
Sementara Kepala Puskesmas Cijaku, Susilo Supriyanto mengatakan, “Sebanyak 104 pasien yang dirawat dan 76 pasien yang mengalami rawat jalan karena menderita gejala, pusing, mual dan muntah setelah mengkonsumsi makanan dari kegiatan syukuran dan santunan yatim piatu tersebut, kini sudah dinyatakan sembuh dan sudah dipulang kerumahnya.
“Alhamdulilah 104 pasien yang menjalani perawatan medis rawat inap di Puskesmas Cijaku dan tiga orang pasien dirujuk ke RSUD Malingping sudah dinyatakan sembuh. Pada hari ini (Selasa) sekitar pukul 16.00 semua pasien sudah pulang,” katanya.
Meski demikian, lanjut, Susilo, pihaknya tetap akan memantau perkembangan dan telah memberitahukan pihak keluarga atau pasien untuk menginformasikan perkembangannya.
“Kita tetap membantu, kalau memang masih ada keluhan lagi agar secepatnya dibawa ke Puskesmas,” tuturnya. 
Susilo menambahkan, dalam penanganan pasien masalah yang terjadi sejak Jum’at pekan kemarin, pihaknya mengerahkan sebanyak 50 tenaga medis di Puskesmas yang dipimpinnya.
“Alhamdulilah penangan berjalan lancar. Kami tetap berkoordinasi dengan Dinkes Lebak,”tuturnya.
Sementara itu, Asep penyelenggara kegiatan syukuran toko bangunan.”mengatakan, kejadian yang terjadi diluar dugaan tersebut dianggapnya sebagai musibah.
“Mungkin ini suatu musibah dan Alhamdulillah pemilik toko bangunan juga tidak tinggal diam. Selain memberikan bantuan selama perawatan, pemilik toko juga terus memantau dan mendampingi pasien sampai dinyatakan sembuh,” katanya.
Menurut asep, pasien yang mengalami gejala pusing, muntah dan mual juga menyadari kejadian ini sebagai musibah yang tidak diduga dan tidak diharapkan serta tidak akan mengadakan tuntutan secara hukum.
“Hal itu pun sudah dituangkan dalam berita acara kesepakatan antara pihak korban dan penyelenggara yang diketahui oleh Kepala Desa Cijaku, Ibu Heni,” Tutupnya.
(Kusnadi)
