JESTV.ID, LEBAK – Wiwi Fitria warga Kampung Cisalam RT 003/RW 008, Kelurahan Cijoro Pasir, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebaמחפש מאייד או מעבה של מזגן lg 2.5 magie et voyance gratuit webcam bakio lego marvel superheroes 2 rap battles usb anschluss kaputt alternative chapeau croix du sud tefal pentole ingenio taufketten mädchen lavori con carta per natale amazon tailleur pizzo amazon fajas de yeso para adelgazar nike entrenamiento 10k seiko 5 automatic snzg13k1 tobillera mueller amazon echo stimmerkennung k, menjadi korban tindak kekerasan oleh oknum Matel (Mata Elang) saat mengendarai motor (R2), bersama ibunya hendak berbelanja ke pasar. Ditengah jalan Wiwi dan ibunya diberhentikan secara paksa oleh oknum Matel dan diminta menyerahkan surat-surat kendaraan motor merk Scoopy yang dikendarainya.
Korban Wiwi bersama ibunya berniat ke pasar untuk membeli perlengkapan bayi anaknya. Secara tiba-tiba dijalan dihadang dua orang pengendara motor.
“Saya di suruh berhenti dan ditanya surat surat kendaraan motor, sambil ngomong bahwa motor ini belum bayar angsuran selama 3 bulan. Saya jawab, saya mah gak tahu apa-apa pak, motor ini dapat pinjam, karena tidak bisa menunjukan surat surat saya sama ibu di giring ke kantor leasing,” ujar Wiwi kepada media Jestv.id, Sabtu (25/11/2023).
Wiwi mengaku oknum Matel yang menghadangnya telah melakukan pemukulan terhadap dirinya hingga lengan tangannya memar.
Atas kejadian pemukulan terhadap dirinya tersebut oleh oknum matel atau mata elang berinisial AP, pihaknya masih menunggu itikad baik dari oknum Matel inisial AP jika tidak pihaknya akan melakukan pelaporan kekerasan terhadap dirinya kepada pihak yang berwajib.
“Lengan tangan kanan saya memar dan saya masih menunggu itikad baik dari pelaku, kalau tidak ada, terpaksa saya laporkan kepada pihak yang berwajib,” tutup Wiwi didampingi ibunya.
Sementara Indra keluarga korban yang juga crew dari Jestv.id mengaku tidak terima atas kekerasan yang dilakukan oknum Matel inisial AP.
“Saya tidak terima keluarga saya dipukul, untuk itu saya minta tanggungjawabnya pelaku oknum Matel, dan saya akan bawa ini ke pihak yang berwajib jika oknum Matel pelaku kekerasan tidak ada niat baik menyelesaikannya,” pungkas Indra Rampak. (Herman)
