JESTV.ID, LEBAK – Kuasa hukum dari Orang tua korban pembunuhan 6 tahun yang silam atas nama Ayu Oktaviani mahasiswi Akbid Latansa menilai penanganan perkara pembunuhan terhadap anak kliennya begitu lama sejak tahun 2017 sampai saat ini 2023 belum juga terungkap siapa pelakunya.
“Iya kami atas nama kuasa hukum keluarga korban menilai penanganan sudah sejak lama 6 tahun belum juga terungkap dan sampai mana. Kami sudah bersurat ke Polres Lebak untuk meminta pemberitaan perkembangan hasil penyidikan dan kami tetap mendukung untuk bekerja lebih cepat dan keras untuk mengungkap perkara pembunuhan ter hadap anak klien kami,” ujar Kuasa Hukum Yayan Sumaryono, kepada media, Senin (5/6/2023).
Pihaknya sudah mengirim surat juga surat permohonan perlindungan kepada Menkumham Kompolnas LPSK.
“Kami masih mengharap kesanggupan penyidik di Polres Lebak untuk menanganinya. Namun jika dalam tempo satu minggu alih kasus ini karna sudah sangat terlalu lama yaitu sudah 6 tahun,” sambung Kuasa hukum korban pembunuhan Ayu Oktaviani yang akan mendesak kepada pihak Aparat penegak hukum APH.
Di tempat terpisah Yuyun (47) selaku orang tua korban mengatakan awalnya ia harus ngomong sama siapa, dan harus minta bantuan sama siapa untuk mendorong dan mengungkap kasus kematian anak perempuan kesayangannya Ayu Oktaviani.
“Ini terasa sudah lama dan belum juga tahu siapa pelakunya, dan saya yakin putri kesayangan kami itu bukan meninggal sewajarnya, kuat dugaan korban pembunuhan jelas bukan tengelam namun di bunuh karna hasil otopsi ada luka bekas cekikan di leher,” lirih Yuyun kepada media.
Lanjut masih kata Yuyun, “Enggak emang enggak (bunuh diri) gitu, kan saya mah yakin dari hasil otopsi itukan saya baca sendiri ada bekas cekikan di Leher kan sampai tulang Lidahnya putus, kan, ini juga ada bekas pukulan lah yah saya baca,” tutur Yuyun ibu kandung korban.
“Tapi saya sempet bingung, katanya sidik jari tidak ditemukan itu kata polisi, itu sudah jelas saya liat hasil Otopsi ada bekas cekikan tapi sekian lama kasus kematian anak saya dari tahun 2017 sampai 2023 sekarang Kok nggak ada kabar sama sekali itu kan manusia bukan binatang apa karena saya orang miskin cukup segini doang. Saya mah pengen ke ungkap sampai kapan pun,” pungkasnya. (Herman/Omo)

