jestv.id
Daerah

Pelaksana Proyek TPI Binuangeun Akui Ditegur Konsultan Akibat dugaan Pekerjaan Asal – asalan

JESTV.ID, LEBAK – Pembangunan proyek Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Binuangeun, yang berlokasi Di Desa Muara Kecamatan Wanasalam Kabupaten Lebak – Banten, yang sebelumnya mendapatkan tudingan dari aktivis Lebak Selatan (Baksel) karena diduga dikerjakan Asal – asal oleh aktivis, pada hasil pembangunan tersebut.

Pihak PT Rahandika Nusa Perkasa, melalui Pelaksana lapangan, Awang, ketika dikonfirmasi media jestv.id di lokasi, Pada Sabtu (03/12/2021).”Mengakui pihaknya sudah ditegur oleh pihak konsultan.

“Terkait yang kemarin, ya pihak konsultan sudah menegur ke kami. Bahkan pihak konsultan selalu mengingatkan agar matrial yang digunakan sesuai spek,” ujarnya.

Sedangkan dipertanyakan terkait kendala di lapangan, Awang menuturkan pihak pedagang sedikit

mengganggu terhadap pengerjaan.

“Iya kita agak repot kang, bayangkan saja kadang kita mulai jam 11 siang. Karena dari subuh sampai pagi, nelayan dan para pedagang melakukan aktifitasnya disekitaran pengerjaan. Kita himbau juga sulit, ya karena itu aktifitas mata pencaharian mereka mungkin, sedangkan itu mengganggu pengerjaan,” ungkapnya.

Mengenai progres pengerjaan, pelaksana lapangan menerangkan pihaknya sedang kejar target untuk segera selesai.

“Mengenai progres pembangunan sudah 90%, ini sudah tahap finishing, tanggal 10 Desember ini kita selesai, karena kita pun kejar target,” katanya.

Diketahui dari papan informasi yang terpampang, pekerjaan tersebut merupakan pembangunan TPI dengan nilai kontrak Rp 1.010.466.000 yang bersumber dari DAK APBD Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten yang dikerjakan oleh PT Rahandika Nusa Perkasa dan Konsultan PT Konsep Desain Konsulindo.

(Kusnadi)

Related posts

Resahkan Warga, Judi Koprok di Pringsewu Digerebek Polisi

admin

Warga Desa Cibadak Kec, Cibadak Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan

admin

Lapas Rangkasbitung Utus Delegasi Narapidana ke Cilegon Ikuti Porsenap Banten 2023

admin