JESTV.ID, LEBAK – Pemeliharaan jalan di dalam kota Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, yang dilaksanakan secara swakelola oleh Dinas PUPR Kabupaten Lebak, diduga kurang persiapan.
Hal tersebut, nampak dari jalan yang ditambal dengan campuran pasir dan batu (Sirtu) tanpa aspal (AMP), sehingga material sirtu berserakan kekiri dan kanan badan jalan akibat terlindas kendaraan serta menimbulkan debu yang mengganggu warga.
Pantauan media misalnya, pada Sabtu dan Minggu (26-27/3/2022) di jalan Ir. H. Juanda dan jalan Pasir Sukarayat, nampak bebatuan sirtu berserakan di sepanjang kiri dan kanan badan jalan.
Linda (45) warga Jalan Ir. Juanda, misalnya, mengeluhkan adanya debu pasir dan material batu akibat dampak dari pelaksanaan pengerjaan pemeliharaan jalan di depan rumahnya yang diduga kurangnya persiapan.
“Saya berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Lebak yang sudah melaksanakan pemeliharaan jalan dengan cara tambal di beberapa badan jalan yang sudah berlubang. Tapi seharusnya, langsung dilaksanakan dengan pengasapalan, sehingga debu dan material tidak berserakan. Pada tahun 2021 lalu pemeliharaan langsung jalan didepan rumah saya langsung di hotmix, koq sekarang cuma di urug pake Sirtu saja,”katanya.
Kadis PUPR Kabupaten Lebak, Irfan, yang dihubungi wartawan melalui WhatsApp, Sabtu (26/3/2022), mengatakan, bahwa pemeliharaan jalan akan ditindaklanjuti dengan hotmix. Namun, hotmix (AMP) masih dalam proses produksi.
Sementara Sekda Lebak, Budi Santoso, yang dihubungi Sabtu (26/3/2022) kemarin, juga mengatakan hal yang sama. Aspal hotmix (AMP) sedang dalam produksi. Berkenaan adanya debu dan material batu, diminta kepada pengguna jalan yang menggunakan kendaraan agar berhati-hati agar tidak membahayakan kepada pengguna jalan lain.-(Red)

