jestv.id
Daerah

Pelaksanaan Kontruksi Rehab Berat Bantuan Afirmasi MAS Wasilatul Makiyah diduga Tidak Sesuai Spek

JESTV.ID, LEBAK – Pelaksanaan Kontruksi Rehab Berat 3 (tiga) ruang Kelas pada Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Wasilatul Makiyah,di Kampung Ela, Desa Ciuyah Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak.di duga tak sesuai Spesifikasi atu (RAB).

Dengan Anggaran sebesar Rp 212.688000, (Dua ratus duabelas juta enam ratus delapan puluh delapan ribu rupiah) Bersumber dari Reallzing Educations Promise-Madrasah Education Quallti Reform (IBRD 8992-D) direktorat Kurikulum, Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah (KSKK) Kementrian Agama Republik Indonesia tahun Anggaran 2024.Diduga perkerjannya tidak sesuai dengan Spesifikasi jumat 6-12-2024.

Pasalnya, ketika media datang meliput kegiatan rehabilitasi gedung Madrasah Aliyah Wasilatul Makiyah, Kepala Sekolahnya malah sedang tidak berada ditempat, hanya ada beberapa orang pekerja bangunan saja.Namun media menemukan beberapa kejanggalan tentang pelaksanaan Rehab Berat Sekolah tersebut. Diantaranya, diduga Sekolah tersebut telah melegalkan pemasangan atap plapon dari bahan matrial kayu (padahal seharusnya memakai rangka baja bersertifikat SNI) kemudian “Papan Informasi” yang terpasang hanya tertera kalimat “Rehab Berat Bantuan Afirmasi” tahun 2024 tanpa embel embel nilai anggaran, volume dan berapa lama waktu pengerjaannya.

Dengan tidak dicantumkannya nilai proyek, maka dapat disimpulkan bila program tersebut telah melabrak UU nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan yang lebih memprihatinkan lagi, sekolah tersebut tak ber siswa, atau tidak mempunyai siswa setingkat Aliyah. Kalaupun ada kegiatan Belajar dan Mengajar, menurut keterangan warga setempat, hanya KBM Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) yang jumlahnya diperkirakan hanya 20 orang saja.

Untuk itu Madrasah Aliyah Wasilatul Makiayah diduga memanipulatif tentang data Siswa, karena sesuai Juklak Juknis rehab berat Afiirmasi tahun 2024, yang berhak mendapatkan rehab berat itu, diantaranya harus mempunyai siswa minimal 40 orang dan maximal 200 orang.

Sementara itu, Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Swasta Wasilatul Makiyah, Moch Opik.Saat ditemui media dikantornya bahkan sampai kerumahnya namun tidak dapat dijumpai.padahal keluarga yang ada di rmh bilngnya bapa lagi ada di warung ketika di jumpai di warung pihak media pun bernyanyi kepada pemilik warung dia menjawab barusan dia ngopi lalu pergi entah kemana seolah menghindar dari pertanyaan media yang datang langsung ke rumahnya.

Selanjutnya media mencoba menghubunginya Via WhatsApp, namun lagi lagi hingga berita ini tayang M Opik sulit dihubungi karena handphone-nya selalu mail box.(Herman / Omo)

Related posts

LSM Banten Coruption Watch Akan Laporkan Desa Pasirgintung ke APH Terkait Pekerjaan Desa Yang Disubkontrakan

Redaksi

Yayasan RCBadak Bersama Ketua DPW Garnizun Banten Menyambangi Warga Kena Kanker

admin

KSAL TNI Yudo Margono Kunker dan Gelar Bakti Sosial di Kabupaten Lebak

admin