JESTV.ID-LEBAK, – Ternyata masih banyak warga masyarakat asem yang diduga dirugikan oleh pelaksana pembangunan (WC) di desa asem kecamatan Cibadak kabupaten Lebak Banten yang tidak dibayar oleh Atim Afandi selaku pelaksana proyek “Sanimas”
Belum adanya bukti pertanggungjawaban pembayaran upah kerja dari tenaga borong yang mengerjakan proyek tersebut, sekarang Atim Afandi ramai di perbincangkan oleh masyarakat desa setempat, dan menjadi sorotan para media yang menayangkan pemberitaan ini ke publik.
Sulitnya Atim ditemui oleh pihak yang dirugikan dari para pekerja tenaga borong, maka Atim dinilai tidak ada niatan baik untuk menyelesaikan pertanggungjawabannya kepada warga yang menjadi karyawan pada proyeknya beberapa bulan yang lalu.
Adalah Entang dan Adeng sebagai tenaga borong yang sudah pernah dijanjikan akan dibayar oleh Atim, ternyata cuma janji-janji manis belaka yang tidak ada realisasi hingga berita ini di terbitkan, sehingga Entang dan Adeng merasa kesal karena seolah hanya memberi harapan palsu. Sehingga Entang memberanikan diri untuk menyampaikan hal ini kepada media, Selasa, 14/03/2023.
“Mungkin bagi Atim uang sebesar Rp,700.000; (tujuratus ribu rupiah) kecil karena dia bos, tapi bagi saya sangat berharga karena uang itu milik saya hak saya pak, saya terus terang kesal dan tidak ikhlas kalau saya tidak dibayar. Saya pernah dijanjikan yang tidak jelas kapan waktunya, sebelumnya saya sabar karena saya kira dia bener mau bayar ke saya, ternyata setelah saya menunggu sampai kurang lebih 4 (empat) bulan belum ada datang ke saya, bahkan orangnya juga jarang dirumah pa,” keluh Entang.
Entang menambahkan, “Bukan cuma saya pak yang tidak dibayar, Suma, Abah kinta, BPK dori Adeng, Otong dan saya, coba bayangin sama bapak, ini Atim sudah keterlaluan lah banyak juga yang lain yang harus dibayar sama dia, belum yang ngirim material yang menggali septitank, benar-benar gak punya belas kasihan itu si Atim,” pungkasnya.
Terpisah, ketua ormas KKPMP kabupaten Lebak Banten, Hadi SH berharap kepada kepala desa yang sekarang menjabat, agar dapat membantu masyarakatnya untuk memanggil pihak-pihak yang diduga menjadi korban yang dirugikan oleh Atim agar pihak desa mengetahui persis persoalannya, sehingga kepala desa dapat memberikan solusi terbaik untuk masyarakatnya.
“Saya mengharapkan kepada kepala desa agar sekiranya dapat menyelesaikan dan membantu warga masyatakatnya yang mengalami permasalahan ini,” tegas Hadi SH.
(Aris RJ)

