jestv.id
Daerah

Aktivis dan Masyarakat Desak Pemkab Tangerang Segera Atasi Pencemaran Sungai Cimanceuri

JESTV.ID, Kabupaten Tangerang -Aktivis dan Tokoh Masyarakat Tangerang mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang untuk segera atasi pencemaran lingkungan melalui air sungai Cimanceuri.

Diketahui beberapa pekan terakhir ini, warga dikejutkan dengan warna air sungai Cimanceuri yang berubah warna menjadi hitam pekat bak oli bekas, ini sudah sering terjadi di saat musim kemarau panjang sungai mengering.

Aliran sungai yang melintasi beberapa Kecamatan di Kabupaten Tangerang itu diduga tercemar oleh limbah pabrik di kawasan industri setempat, akibatnya air tersebut menjadi hitam pekat dan mengeluarkan bau yang kurang sedap.

Amin masyarakat desa Rancalabuh kecamatan Kemiri yang tinggal di lingkungan RT 012 RW 01 mengeluhkan adanya pencemaran sungai Cimanceuri, masyarakat yang tinggal di sini masih memanfaatkan sungai Cimanceuri untuk mandi dan cuci pakaian. “Masyarakat yang tinggal di RT 012 RW 02 ini sebagian masih memanfaatkan sungai Cimanceuri untuk mandi dan mencuci pakaian kalau tercemar limbah begini pasti akan menimbulkan penyakit,” ujarnya.

Pencinta lingkungan hidup yang juga sebagai sosial kontrol dari LSM BP2A2N Ahmad Suhud meminta Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang untuk segera turun ke lapangan agar tidak terjadi pencemaran yang lebih luas lagi.

“Pemkab Tangerang melalui Dinas terkait untuk segera menindaklanjuti persoalan tersebut, menelusuri sumber pencemaran air tersebut, periksa satu persatu industri disekitar sungai Cimanceuri bagaimana cara pengelolaan limbah industri nya,” ungkap Ahmad Suhud aktivis asal Kecamatan Jambe, Kamis (14/9/2023).

Desak Suhud, jika ditemukan perusahaan yang pengelolaan limbah industri tidak sesuai dengan ketentuan dan sengaja membuang limbah tersebut ke sungai Cimanceuri, maka harus diberikan sanksi tegas.

“Sanksi tegas, bila perlu cabut izin usaha nya, selain itu juga ada Pidana nya, bagi yang lalai maupun dengan sengaja melakukan pencemaran,” terang Suhud.

Jangan sampai kata dia, musim kemarau panjang yang dijadikan kambing hitam.

“Kami minta para anggota DPRD Kabupaten Tangerang sebagai wakil rakyat untuk ikut turun serta mendesak Pemerintah Kabupaten agar mengatasi pencemaran lingkungan tersebut,” pungkas Ahmad Suhud. (SAMUDI).

Print Friendly, PDF & Email

Related posts

DPC LBH – ARB Kabupaten Lebak Sosialisasikan Manfaat Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)

Panit II Binmas Polsek Warunggunung Mensosialisasikan Rekrutmen Peneriman Anggota Polri Tahun 2022 di SMK Mulya Hati Insani Kecamatan Warunggunung

Sekdaprov Fahrizal Jadi Pembina Upacara Hari Bakti ke-76 PUPR Provinsi Lampung

Leave a Comment

Translate ยป