jestv.id
Daerah

Aktivis HMI Soroti Problematika Pendidikan di Lampung, Dorong Pemerintah Hadirkan Terobosan Nyata

JESTV.ID, JAKARTA – Arya Anasta, aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), menyoroti kondisi pendidikan di Provinsi Lampung yang masih menghadapi persoalan serius, mulai dari rendahnya angka kelulusan siswa ke perguruan tinggi hingga kesenjangan kualitas antar sekolah.

Menurut Arya, problem ini tidak bisa diatasi dengan pendekatan represif semata, seperti ancaman pencopotan kepala sekolah jika kurang dari 50 persen siswanya diterima di perguruan tinggi.
“Kebijakan seperti ini justru bisa menambah tekanan psikologis guru dan kepala sekolah. Mutu pendidikan adalah persoalan sistemik, sehingga solusinya pun harus menyentuh perbaikan menyeluruh, bukan sekadar sanksi personal,” ujar Arya.

Ia menilai, masih rendahnya jumlah siswa Lampung yang diterima di PTN maupun PTS merupakan cermin dari persoalan kualitas pembelajaran, akses fasilitas, dan kesiapan siswa. Selain itu, disparitas antara sekolah perkotaan dan pedesaan juga semakin lebar, terutama terkait akses teknologi dan sumber belajar.

“Guru dan kepala sekolah di pedesaan seringkali bekerja dengan keterbatasan sarana, sementara tuntutan yang dibebankan semakin tinggi. Jika hal ini tidak diimbangi dengan dukungan nyata, pendidikan Lampung akan semakin timpang,” tambah Arya.

Sebagai aktivis yang konsisten mengawal isu pendidikan, Arya menegaskan perlunya terobosan nyata untuk memperkuat mutu pendidikan di Lampung. Salah satu arah yang mendesak adalah transformasi melalui digitalisasi sekolah. Dengan langkah ini, akses pembelajaran dapat diperluas, guru terbantu dalam proses mengajar, dan disparitas antar wilayah bisa diperkecil.

Pada momentum 80 Tahun Indonesia Merdeka, Arya mengingatkan bahwa tujuan bernegara adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Pendidikan Lampung tidak boleh berjalan biasa-biasa saja. Perlu ada keberanian untuk melakukan pembaruan, agar cita-cita mencetak generasi unggul bisa terwujud. Digitalisasi pendidikan adalah bagian dari jawaban atas tantangan itu,” tegasnya.

Arya mendorong agar pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pendidikan yang berjalan, sekaligus menyiapkan roadmap pembaruan yang inklusif. Menurutnya, pembaruan sistem pendidikan di Lampung adalah investasi jangka panjang bagi masa depan generasi muda. (Bal)

Related posts

Kantor Hukum Pajajaran Siliwangi Dan Patners, Kurator Dan Pengurus. Dampingi Pelaporan Kasus Korban Penipuan Dan Penggelapan Ke Polsek Leuwiliang

admin

Kades Mekarsari Pimpin Warga Desa Laksanakan Perbaikan Dan Pengerasan Jalan Secara Swadaya

admin

Polsek Warunggunung Polres Lebak Melaksanakan KRYD ( Kegiatan Rutin Yang Dilaksanakan)

admin