jestv.id
Daerah

Alergi Media, Oknum Pengelola Yayasan Al-Falah, Cek-cok Mulut Dengan Wartawan

JESTV.ID, LEBAK – Pimpinan Yayasan Al-Falah yang berdomisili Desa Mekarsari Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak-Banten, diduga kesal pada saat awak media pertanyakan terkait anggaran proyek bantuan pemerintah. Jum’at (15/09/2023).

Pencari berita meliput  kegiatan pembangunan BLK Komunitas di yayasan tersebut,
ketika pertanyaan pada sesi papan informasi kegiatan, sosok perempuan yang juga istri dari pimpinan yayasan, sontak memarahi kedua jurnalis yang mengambil poto.

Dengan nada ketusnya, sang ibu pimpinan yayasan memarahi kedua jurnalis (BDI) dan (BDR), sehingga cek-cok mulutpun tak terhindarkan.

“Ini darimana? koq main poto-poto aja, nggak assalamualaikum nggak apa,” ucap ibu ketua yayasan dengan ketusnya.

Seolah enggan diketahui pihak lain, karena mendapat bantuan pembangunan BLK Komunitas dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, (Kemnaker RI) dengan Anggaran APBN sebesar Rp500 juta, hingga papan informasi kegiatan tidak di pampang pada saat awak media mengunjungi yayasan tersebut.

Saat dikonfirmasi, mereka terkesan menutup-nutupi, dan papan tersebut baru di pasang setelah awak media menanyakan terkait keberadaan papan anggaran tersebut.

Sudah menjadi kewajiban seorang wartawan jika menanyakan darimana bantuan berasal, karena sebelumnya memang tidak ada identitas kegiatan tersebut, namun puncak kemarahan di tunjukkan sang pimpinan ponpes, dan langsung menyuruh sejumlah santri untuk memasang papan kegiatan.

Saat ditanya anggaran seorang perempuan yang diduga oknum ketua Unit Pelaksana Kegiatan, (UPK) Yayasan bernama Suryaningsih, mengaku bahwa anggaran kegiatan pembangunan BLK Komunitas adalah anggaran semampunya alias tidak mengaku anggaran itu diperoleh dari Pemerintah.

“Anggaran kami ini semampunya, bukan menggunakan uang masyarakat,” ungkap  Suryaningsih dengan nada marah.

“Ini bapak-bapak kesini pada ngapain sih pak, tapi kenapa bapak-bapak waktu saya bangun ini bapak enggak ada (sambil menunjuk bangun gedung sekolah) saya tidak menggunakan uang masyarakat pak,” ketusnya.

Ditambah, Suryaningsih menuding awak media berkunjung ke yayasannya tanpa ijin, padahal sebelumnya sudah ijin dan tengah berbincang-bincang dengan Kepala MDTA Al Falah bernama Didi Hendrik Nasution yang notabene bendahara pada kegiatan pembangunan BLK Komunitas dan sekaligus suami dari Suryaningsih.

Akhir pada perbincangan dengan awak media, Didi mengatakan anggaran pembangunan BLK Komunitas di yayasan nya sebesar Rp500 juta bantuan dari Kemnaker RI, saat ditanya kenapa papan informasi tidak dipasang, ia mengaku sudah dipasang dan diinformasikan ke Disnaker setempat.

“Untuk apa saya pasang juga, intinya saya sudah laporan. Sekarang bapak (kepada awak media) fungsinya kemari itu mau mengontrol apanya,” ucap Didi penuh emosi.

Dijelaskan awak media bahwa kunjungan ke yayasan Al Falah tersebut untuk melakukan kontrol sosial, yang sudah diamanatkan Undang-Undang No 40/1999 tentang Pers pada pasal 3 ayat 1 menjelaskan, bahwa pers nasional berfungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial. Maka dari itu
kunjungan ke yayasan Al Falah tersebut untuk mencari informasi sebagai kontrol sosial.

Untuk diketahui, informasi pada papan informasi tersebut bertuliskan Kementerian Ketenagakerjaan RI, Kegiatan Bantuan Workshop Kejuruan Otomotif Ringan di Pondok Pesantren Al Falah Kp Sukajadi RT001/002 Ds Mekarsari Kec Maja Lebak Banten, nama Kegiatan Pembangunan BLK Komunitas, Bidang Teknik Otomotif, Luas Tanah 19 M X 14 M, Anggaran Rp 500.000.000, Sumber Dana APBN, Manfaat Mencetak SDM Kompeten dan Terampil, Waktu Pelaksanaan 120 Hari Kalender, sejak tanggal 05 September 2003. (Aris Rj)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts

Desa Pajagan Salurkan Pembagian BLT Tahun 2022, di Kantor Desa Pajagan Kecamatan Sajira

admin

Ungkap Dugaan Penggelapan Dana BLT, Sat Reskrim Polres Lebak Polda Banten Lakukan Penggeledahan Kantor Desa

admin

Bupati Zaki Minta Seluruh Daerah Komitmen dan Peduli Masalah Sanitasi

admin
Translate »