Site icon jestv.id

Aneh, Sudah Tak Sekolah Masih Terima Bantuan PIP

JESTV.ID, LEBAK – Ironis atas persoalan dugaan adanya beberapa siswa yang sudah tidak lagi aktif bersekolah, namun namanya masih tetap tercatat sebagai siswa yang selalu  mendapatkan bantuan dari pemerintah, pada bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). Hal itu, terjadi di SDN 3 Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten.

Terungkapnya persoalan ini, bermula dari adanya keluhan dan pengaduan dari beberapa orang tua siswa-siswi, kepada wartawan.

Mereka mengaku, wajar jika kemudian timbul kecemburuan sosial. Pasalnya,menurut mereka, ada beberapa siswa yang sudah jelas-jelas tidak lagi bersekolah disana, namun nama siswa/siswi tersebut, masih tetap selalu muncul sebagai nama siswa/i penerima bantuan. Bahkan, masih menurut mereka, hal ini terjadi bukan baru kali pertama ini saja.

“Gimana kami tidak cemburu,pak… jelas-jelas kan, orang-orang itu sudah tidak lagi sekolah, masa masih terus saja dapat bantuan. Kenapa gak dialihkan saja untuk siswa yang lain,”ujar salah satu orang tua siswa, yang namanya tidak mau disebutkan, Kamis (17/03/2022).

“Anak-anak kami pun punya hak yang sama untuk mendapatkan bantuan, tidak harus didominasi oleh yang itu-itu aja. Apalagi justeru yang dapat ada beberapa dari mereka yang sudah tidak lagi bersekolah disana,”imbuhnya.

Masalah ini sudah beberapa kali ditanyakan, namun menurut mereka, pihak sekolah selalu menjawab bahwa hal itu sudah menjadi kewenangan atau kebijakan dari pusat.

Sementara itu, ditemui di ruang kantornya, di SDN 3 Rangkasbitung Barat, jum’at (18 maret), Nengsih, selaku Kepala Sekolah (Kepsek) mengaku, bahwa dirinya baru beberapa bulan ini saja menjabat sebagai Kepsek, sehingga terkesan hanya mengiyakan saja apa yang disampaikan oleh salah seorang yang turut mendampinginya, Sdri. Tri, yang disebut-sebut sebagai Operator pada program bantuan PIP.

Tri berdalih bahwa dana bantuan dari pemerintah atas nama siswa/i yang bersangkutan, yang sudah tidak lagi bersekolah, ada yang sudah dikembalikan ke Negara, dan ada juga yang sudah dibekukan.

Namun, pihak sekolah tidak menyangkal bahwa ada salah satu dari siswanya tersebut walaupun tidak pernah lagi aktif sekolah, dari mulai kelas empat, tetapi tetap mendapatkan bantuan.

“Siswa tersebut memang layak, karena Ia siswa tidak mampu plus siswa ABK, dan sekarang Ia berada Pondok Pesantren,” katanya.

“Kalaupun Ia sudah lama tidak lagi masuk sekolah, namun Ia tetap selau konsultasi dengan sekolah.” Pungkasnya. (Red).

Exit mobile version