JESTV.ID, LEBAK – Ramainya kabar di berbagai media online yang mengunggah terkait larangan oleh pihak security terhadap awak media yang meliput kegiatan pembangunan proyek bendungan waduk karian. Pada hari ini, beberapa media menayangkan pemberitaan bahwa Waduk Karian bebas di kunjungi siapa saja, Sabtu (01/04/2023).
Tentunya hal ini sangat membingungkan masyarakat dan pihak kontrol sosial, karena belum genap satu hari larangan masuk terhadap siapapun ke proyek pembangunan waduk Karian. Namun beberapa media yang menyampaikan bahwa Proyek tersebut bebas untuk umum. Hal ini di sampaikan oleh pihak PUPR kepada beberapa awak media online.
“Siapapun yang mengunggah opini ini silahkan, bagi saya ga keberatan, tapi apakah sebelumnya jurnalis itu turun ke lokasi,” ujar Dani wartawan online yang dilokasi Waduk Karian diusir security dengan alasan perintah atasan.
“Yang jelas saya tidak mengada-ada karena saya yang mengalaminya sendiri, kalau ada yang perlu bukti saya punya rekaman dan video percakapan antara saya dengan security,” tegasnya.
“Jadi Kalaupun pada hari ini masyarakat dan sosial kontrol diperbolehkan masuk, itu alibi pihak terkait karena ga mau ada pemberita’an yang semakin meluas, saya tidak buta dan saya tidak tuli. Mungkin kalau pihak PUPR pada hari ini memperbolehkan masyarakat masuk ke dalam, karena mereka tau konsekuensinya kalau melarang hak-hak Jurnalis dan intinya saya senang itu menjadi terbuka untuk umum,” senyumnya.
Sementara itu, Ketua Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Kabupaten Lebak, Hasim mengatakan “Ini sebenarnya ada apa, koq proyek strategis nasional yang menjadi harapan masyarakat luas, khususnya di Kabupaten Lebak, seolah menjadi bulan-bulanan media,” ujarnya.
Seharusnya pihak perusahaan melalui intansi terkait dapat memfasilitasi media sebagai sumber informasi ke publik agar dapat menyampaikan perkembangan mega proyek, yaitu dengan memfasilitasi media itu sudah kewajiban pihak terkait baik di lapangan maupun di kantor, minimal tidak menghalangi giat jurnalis.
“Wong saya tau koq kalau kang Dani dari media polisinews itu memang dilarang meliput sama security, dia mengirim hasil percakapannya dengan security yang melarang kang Dani, kenapa aturannya jadi berubah secepat ini, saya hari ini baca di salah satu media yang menulis bahwa Waduk Karian bebas di kunjungi oleh siapa saja, kebijakan semacam apa ini, Wartawan koq dihalangi sih,” pungkas Hasim.
(Aris RJ)

