JESTV.ID, LEBAK – Tindak lanjut terkait dugaan Pungutan Liar (PUNGLI) yang terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pasirkupa ll, Kepala Sekolah inisial (UJ) membenarkan adanya rapat komite yang membahas terkait anggaran pembenahan halaman posyandu yang menjadi aset Desa.
Bermula informasi dari masyarakat sekaligus orangtua murid kelas lll SDN Pasirkupa ll, yang menyampaikan kepada media, Rabu- 21 februari 2024.
HR yang mengaku keberatan dan tidak terima anaknya di pinta iuran oleh pihak Komite sekolah sebesar Rp,50.000,- di tambah dirinya tidak di undang rapat bahas terkait iuran tersebut.
Dengan bekal rekaman wawancara dengan sumber, lanjut awak media jestv.id, menemui Kepsek inisial UJ guna memastikan apakah hal ini benar terjadi. Jum’at (23/02/ 2024).
UJ selaku Kepala sekolah tersebut, menerangkan secara gamblang terkait struktur komite di sekolahnya, ada komite sekolah dan ada komite kelas.
Memang betul ada rapat komite membahas pembenahan halaman posyandu, halaman tersebut juga di gunakan anak-anak sekolah, karena jika penghujan tiba halaman posyandu becek.
Tapi terkait rapat UJ tidak ikut hadir hanya tau agendanya saja, dan berapa angka pungutannya, Kepsek mengaku tidak mengetahui. Akan tetapi pihaknya mengaku memang ada pungutan, namun baru dilakukan dari kelas 1 sampai kelas 4 saja.
Ini keterangan UJ yang di rekam awak media setelah meminta ijin.
“Kalau agenda rapat komite memang ada pak, tapi saya tidak menghadiri, dan terkait pungutan saya tidak tau berapa-berapanya,” ucap UJ.
“Kalau ketua komite di sekolah kami adalah pak kades pak, cuman di sekolah kami ada komite sekolah dan Komite Kelas,” jelas UJ.
Ditanya berapa jumlah murid,
“Keseluruhan murid di sini 325, tapi yang di pungut baru dari kelas 1-4 pak,” paparnya.
Ditanya terkait alokasi anggaran, “Yang saya tau uang itu untuk pembenahan halaman posyandu, karena kalau musim hujan becek karena halaman itu sering di pakai upacara pak,” pungkas UJ.
Selang beberapa hari kemudian, tepatnya Kamis- 29 februari 2024, awak media berupaya menghubungi Kades inisial S, via voice note Whatsapp, namun sangat di sayangkan pihaknya tidak menjawab alias bungkam.
Hingga berita ini di turunkan belum ada jawaban dari pihak ketua komite yang juga diduga menjabat Kades.
(Aris RJ)

