JESTV.ID, LEBAK – Diduga pengerjaan proyek jembatan gantung Bojong Apus dinilai lamban, hal ini terbukti dari jumlah pekerja/karyawan yang hanya beberapa orang saja sehingga hasil pengerjaannya pun tidak akan cepat sesuai kontrak yang ditentukan.
Karena proyek sebesar itu tentunya sangat membutuhkan tenaga yang mencukupi selain alat berat (eskafator).
Namun pada saat awak media turun ke lapangan pada jam istirahat yang biasanya karyawan berkumpul diwarung/tempat istirahat, kami hanya menemui 2 (dua) orang karyawan saja dan dua alatberat (Beko).
Hal ini yang kami duga pola kerja dari pemenang tender CV Nagah Berlian yang beralamat di : Jalan Nasional No,09 Kuta Paya Kecamatan Seunagen Kabupaten Nagan Raya Aceh, diduga lamban dan asal-asalan.
Hal ini dibenarkan oleh Hasim ketua LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Kabupaten Lebak. Menyampaikan kepada awak media.

“Saya menilai ini lambat pengerjaannya, saya selaku kontrol sosial sudah dua kali ngecek pengerjaaan proyek jembatan gantung ini, tapi ini kaya bercanda jika dilihat dari karyawan yang bekerja hanya 2-3 orang, ini kan proyek besar yang anggarannya mencapai Rp,3,870,504,000,00,- ini bos,” jelas Hasim.
“Yang lebih saya ga paham kenapa proyek ini bisa jatuh ke kontraktor nun jauh di sana?,” tanya Hasim.
“Kan di Provinsi Banten banyak kontraktor handal yang siap mengerjakan proyek jembatan gantung ini,” tegas Hasim
Kepada awak media, Jum’at,03/02/2023.
“Ditambah adanya pelimpahan/pengalihan pekerja’an dari pemenang tender ke kontraktor lain, yaitu CV Nagah Berlian. Tidak menutup kemungkinan adanya komitmen fee/ tips uang kesepakatan dari pemegang tender ke sub kontrak,” tutup Hasim.
(Aris RJ)

