jestv.id
Daerah

DP3AP2KB Lebak Gelar Sosialisasi Media Massa Peduli Anak Tahun 2022

JESTV.ID, LEBAK – Dalam rangka tersampaikannya informasi bagi masyarakat banyak khususnya bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) pada DP3AP2KB Kabupaten Lebak, menggelar kegiatan sosialisasi Media Massa Peduli Anak Tahun 2022, bertempat di aula rapat DP3AP2KB Lebak, Rabu (7/12/2022).

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dra. Euis Soleha pada Dinas P3AP2KB Lebak mengatakan kegiatan sosialisasi yang mengundang insan media massa untuk peduli terhadap anak.

“Iya kita ketahui pentingnya media massa untuk dapat menyampaikan informasi kepada masyarakat khususnya mengenai perlindungan perempuan dan anak (PPA) yang akhir-akhir ini terjadi dilingkungan kita,” kata Euis kepada media.

Sosialisasi ini bertujuan agar masyarakat ketika ada kejadian kekerasan atau pelecehan yang menimpa kepada perempuan dan anak, untuk segera melaporkan atau berkoordinasi dengan pihak UPTD PPA pada DP3AP2KB Kabupaten Lebak.

“Kami akan melakukan pendampingan atau melindungi kepada masyarakat yang menjadi korban kekerasan khususnya perempuan dan anak,” ujar Euis Soleha.

Sejauh ini, di Kabupaten Lebak banyak masyarakat yang kurang mengetahui tentang keberadaan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

“Untuk itu melalui kegiatan ini semoga masyarakat mau melaporkan kepada unit kami di bidang Perlindungan Perempuan dan Anak, agar hak-hak mereka terlindungi,” ungkap Euis.

Sementara, Kasi Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA DP3AP2KB) Lebak Nina Septiana mengatakan pihak Dinas sudah menyediakan layanan pelayanan korban kekerasan pada anak,
Rumah singgah atau pelayanan PPA, menuju
Kabupaten Layak Anak.

“Kami sudah membentuk relawan di masing-masing Desa untuk laporan kekerasan pada anak. Relawan dari kementerian PPA juga disebar dimasing-masing Desa, jadi
Ketika ada kejadian bisa melapor ke UPTD PPA
dan kami juga menyediakan nomor layanan hotline pengaduan di 081549637714,” kata Nina.

Menurutnya, Faktor-faktor yang menyebabkan kekerasan pada anak dan perempuan kurangnya penguatan ketahanan keluarga.

” Iya perlu dikuatkannya ketahanan keluarga melalui nilai agama, pendidikan dan lingkungan, termasuk kecanggihan tekhnologi juga perlu diperhatikan oleh semua pihak, khususnya keluarga,” ujar Nina.

Rencana, lanjut Nina tahun depan akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk Perlindungan Perempuan dan Anak.

“Jadi kita sudah terintegrasi dengan aparat penegak hukum (APH) berikut OPD untuk membentuk satgas perlindungan perempuan dan anak, semoga apa yang menjadi harapan dan untuk menekan angka kekerasan pada perempuan dan anak khususnya Lebak bisa tercover menuju Kabupaten Layak Anak,” pungkasnya.(MS)

Related posts

Kapolres Lebak Release Ungkap 8 Kasus Tindak Kejahatan Jalanan oleh Sat Reskrim Polres Lebak dan Polsek Jajaran Juli 2024

Redaksi

Datangi Mall, Personel Ditpamobvit Polda Banten Beri Imbauan Prokes

admin

Pejabat BBWSC3 Banten Diduga Alergi Wartawan Dengan Blokir Nomor Telpon Wartawan

admin