jestv.id
Daerah

Emak-emak Geruduk Kantor Desa Panancangan

JESTV.ID, LEBAK – Sekelompok Emak – emak Selasa (18-04-2023) Geruduk Kantor Desa Panancangan Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak Provinsi Banten.

Pasalnya protes tentang pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang tidak tepat sasaran.
Orang yang mendapatkan Bantuan Langsung Tunai, hanyalah orang dekat yang pro kepada kepala desa saat pilkades kemarin.

Belasan emak – emak tersebut dengan nada lantang menuding jika Kepala Desa Panancangan dan Ketua Rukun tetangga (RT), telah berlaku pilih kasih dalam menentukan pengusulan program BLT.

Hal ini juga diungkapkan salah satu emak – emak, sebut saja Kokom, bahwa jika yang diusulkan oleh pemerintahan desa dan Ketua RT dalam program BLT tersebut, hanya diperuntukan bagi orang-orang dekat yang secara politis merupakan bekas pendukung atau timnya saat pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

Sementara warga yang dulunya dinilai bersebrangan atau tidak mendukungnya, sama sekali tidak direspon dan cenderung diabaikan dalam setiap kepentingan terkait haknya sebagai warga desa.

“Geus jelas pamarentahan desa jeung RT pilih kasih, buktina jalma nu deukeut jeung jaro bae nu diusulkeun meunang BLT. (sudah jelas Pemerintahan Desa dan RT nya pilih kasih. Terbukti, hanya orang orang terdekat dengan Kades saja yang diusulkan untuk mendapatkan program BLT),” katanya.

Ironisnya lagi Kepala Desa Elis Nuraeni, justru hanya berdiri terpaku dihadapan emak @ emak, melihat Asep Saefudin, seorang warga yang seolah membantu menjelaskan, justru dituding dan dicecar seolah olah penjelasannya dinilai pro Kepala Desa.

Asep Saefudin, dalam penjelasannya menyatakan bahwa semua calon penerima BLT telah diusulkan oleh pihak desa. Namun untuk realisasinya menjadi kewenangan Kantor Pos.
“Semua calon penerima BLT sudah kami usulkan dan tidak ada istilah pilih kasih. Kalaupun pada akhirnya ada warga yang tidak menerima bantuan, itu diluar kewenangan kami,” ujar Asep.

Sementara Wakil Ketua Lembaga Swadata masyarakat (LSM ) Benteng Elemen Tataran Rakyat (Bentar) Suparman, mengatakan jika apa yang dilakukan emak- emak di Desa Panancangan tersebut, adalah piur gerakan spontan, yang terakumulasi atas kekecewaan setelah merasa haknya sebagai penerima BLT di dzolimi oknum pemerintahan Desa, Suparman menambahkan bahwa penerima BLT dasarnya adalah usulan dari desa.

“Fungsi pihak POS hanya merupakan penyalur berdasarkan usulan desa.
Jadi jelas kekesalan itu terakumulasi karena ada celah Diskriminarif,” ucapnya.

Ellis Nuraeni, Kepala Desa Panancangan,terkait aksi sekelompok Emak emak tersebut, hingga berita ini tayang belum bisa dimintai komentarnya. (Herman / Omo)

Related posts

Kantor Kecamatan Maja Kabupaten Lebak Digeruduk LSM dan Wartawan

Redaksi

Oknum Pelaksana Bangunan Kantor KUA Curugbitung, Diduga Enggan di Konfirmasi Wartawan

Redaksi

Karang Taruna Kecamatan Malingping Berikan Penguatan Kelembagaan Pengurus Tingkat Desa

admin