jestv.id
Daerah

Kecelakaan Tunggal di Exit Tol Rangkasbitung Akibat Galian Tanah Diduga Abai Standard Oprasional Prosedur

JESTV.ID, LEBAK – Viral di media sosial memperlihatkan tentang kecelakaan tunggal, yang melibatkan pengendara sepeda motor di Prapatan Exit Tol Rangkasbitung, Lebak.
Terjatuh karena jalanan licin dan dipenuhi lumpur akibat aktivitas galian tanah di sekitar lokasi.
Kejadian yang terekam pada malam hari ini menimbulkan keprihatinan warga karena telah terjadi beberapa kecelakaan serupa di daerah Mandala . Senin (30/6/2025).

Video tersebut menunjukkan pengendara sepeda motor terjatuh dan ditolong oleh warga sekitar. Warga dalam video tersebut memperingatkan bahaya kecelakaan tunggal akibat lumpur dari galian tanah yang berserakan di jalan dan meminta agar aktivitas galian tanah segera dihentikan untuk mencegah kecelakaan lebih lanjut .

Ketua Komisi I DPRD Lebak dari Fraksi Partai Gerindra, Bangbang, menanggapi kejadian ini dengan menyerukan agar aktivitas galian tanah segera ditertibkan.
Ia menekankan pentingnya pengusaha galian untuk mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan membersihkan sisa-sisa tanah yang tercecer di jalan raya.
Diharapkan aparat penegak hukum untuk menindak tegas aktivitas galian tanah yang membahayakan keselamatan pengguna jalan dan mencegah jatuhnya korban .

Kejadian ini menyoroti pentingnya pengawasan dan penegakan aturan dalam aktivitas galian tanah di sekitar jalan raya. Kegagalan dalam mematuhi SOP dan kurangnya pengawasan dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas yang membahayakan keselamatan masyarakat. Peristiwa ini juga menunjukkan pentingnya peran serta masyarakat dalam melaporkan dan mengawasi aktivitas yang berpotensi membahayakan keselamatan umum. Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum perlu mengambil langkah tegas untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya keselamatan berkendara di area rawan juga perlu ditingkatkan.

Kecelakaan tunggal di Exit Tol Rangkasbitung menjadi bukti nyata betapa pentingnya pengawasan dan penerapan SOP yang ketat dalam aktivitas galian tanah. Kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk selalu memprioritaskan keselamatan pengguna jalan dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan. “Tanggung jawab bersama antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan berkendara yang aman dan nyaman,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Desa Kaduagung Tengah, Toto. Saat dikompirmasi Via WhatsApp, ditanya siapa pengelola galian tanah Mandala dan sejauh mana tentang legalitasnya.
“Bahwa galian tanah mandala dikelola oleh Koprasi KOREM Serang, sementara pihak Desa hanya mengeluarkan ijin lingkungan saja,” terangnya. (Welly Suntara)

 

Welly / Yanto

Related posts

Pengendara Kendaraan Keluhkan Kekosongan BBM di SPBU Kabupaten Lebak

admin

Kado Hut RI Ke 76,WBP Lapas Rangkasbitung Panen Ikan Lele Sebanyak 5 Kwintal

admin

Strong Point, Wujud Pelayanan Polsek Malingping Polres Lebak pada Masyarakat

admin