Site icon jestv.id

Kepala Desa Dan Ketua Katar Kaduagung Timur, Meminta Agar Tidak Ada Lagi Pengedar Obat Keras di Wilayahnya

JESTV.ID, LEBAK – Nyaring terdengar ke telinga masyarakat terutama para tokoh yang didaerahnya terdapat kios berkedok kosmetik yang diduga jualan obat ilegal, bahkan tidak sedikit tokoh pemuda yang mengetahui benar adanya diduga dibeberapa titik kios peredaran obat golongan G jenis eximer dan tramadol di daerahnya.

Nensy Anggraeni, A.Md., Kep Kepala Desa Kaduagung Timur adalah salahsatu Kepala Desa yang sangat peduli dengan generasi penerus bangsa kita ini. Nensy tak rela jika remaja di Desa Kaduagung Timur di rusak/terpengaruh oleh obat-obatan narkotika jenis apapun, selain dapat meracuni otak sehingga mengacu kepada kegiatan negatif, seperti tawuran, mencuri dan sebagainya, obat tersebut juga bisa berefek adiktif/ketagihan, apalagi dikonsumsi tanpa anjuran medis.

“Saya sebagai Kepala Desa Kaduagung Timur sangat tidak rela jika generasi penerus kita rusak gara-gara mengkonsumsi obat keras yang sangat membahayakan tersebut, terkait diduga adanya peredaran obat golongan G ini, saya juga sebenarnya sudah mengarahkan kepada petugas dari aparat kepolisian dalam hal ini Bhabinkamtibmas dan Babinza setempat, untuk mengarahkan dan mengusir dari area desa kami, namun seolah tidak di indahkan sehingga satu pekan yang lalu kios-kios yang diduga jualan obat masih buka pak,” ungkapnya kepada awak media.

“Dan kalau sekarang kios-kios itu sudah pada tutup, itu tidak terlepas dari jasa-jasa para awak media yang gencar mempublikasikan kegiatan peredaran obat tersebut, tentunya saya sangat mengapresiasi kerja keras dari para wartawan dan LSM yang peduli kepada masyarakat yang turut membantu menginformasikan adanya diduga jual obat tersebut,” ujar Nensy menambahkan kepada awak media, senin, (06/02/2023).

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Karang Taruna Desa Kadu agung timur Dede alias Fathur.

“Saya yang paling merasa bertanggungjawab dalam hal ini, karena mayoritas konsumen obat tersebut adalah kaum remaja, kalau remaja didesa kami sudah terkontaminasi efek dari obat laknat jenis tramadol dan yang lainnya, terus siapa lagi yang akan menjadi penerus kita nantinya?,” tanya Fathur.

Fathur menambahkan, “Saya juga sudah pernah dan sering melakukan peneguran kalau APH tidak bergerak cepat untuk menindak keras kios yang jaualan obat golongan G beredar di desa kami. Maka hanya People Power masyarakat setempat untuk menindaknya,” tambah Fathur.

“Dan saya berjanji akan mendatangi kios- kios yang diduga menjual obat tersebut bersama para pemuda desa Kaduagung Timur untuk mengusir yang diduga pengedar obat laknat tersebut,” tegas Fathur.

(Aris RJ)

Exit mobile version