Site icon jestv.id

LSM Jebred : Satpol PP Lebak Lakukan Pembiaran Peternakan Ayam Buras di Desa Binong Maja Tak Miliki Izin Beroperasi

JESTV.ID, LEBAK – Peternakan Ayam Bukan Ras (Buras) milik H. Idrus yang berlokasi di Kampung Rejeg juga H. Rustam dan Fahmi di Kampung Cilaja, Desa Binong, Kecamatan Maja Kabupaten Lebak. Diduga Peternakannya tak memiliki izin dan menyalahi aturan.

Pasalnya Pengusaha Ayam tersebut telah melanggar Tata Ruang dan Tata Wilayah yang diatur dalam Peraturan Daerah (Perda). Sementara Tata Ruang dan Tata Wilayah Kecamatan Maja diperuntukan bagi Pemukiman atau Perumahan.

Hal tersebut jelas H. Rustam dan kawan-kawan jelas sudah keluar dari Regulasi.

Ditemui secara terpisah Kepala Desa Binong Saepudin mengatakan bahwa semua Peternakan yang ada di Desa Binong, Kecamatan Maja tak berizin, tapi kontribusinya terhadap masyarakat Desa Binong tak perlu diragukan.

“Seperti penyerapan Tenaga Kerja, selalu memanfaatkan warga lokal.
Membantu terselenggaranya
pembangunan Mushola dan Mesjid setempat, hingga pemeliharaan jalan Umum,” kata Saepudin.

Sementara itu, HS Tokoh Masyarakat juga disebut sebagai koordinator 18 peternak yang tersebar di Desa Binong mengatakan bahwa ada pengkondisian untuk perbaikan jalan yang berlubang.

“Bertindak sebagai pengutip anggaran dari para peternak yaitu saudara Carik Musa,” imbuhnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan Joy Albantani Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jerat Berantas Residivis (JEBRED ) sangat menyayangkan dengan adanya sumber informasi dari tokoh masyarakat berinisial HS yang mengatakan bahwa penegak perda juga sudah menerima kompensasi dari peternak ayam yang tak berijin.

“Dari keterangan HS kompensasinya berkwitansi lagi,” ujar Joy kepada media, Selasa (17/01/2023).

Joy menambahkan bahwa para Peternak sudah melanggar Rencana Umum Tata Ruang (RUTR).

“Seharusnya Kepala Desa memberikan edukasi kepada warganya agar minimal mengerti tentang aturan,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lebak Dartim ketika dihubungi melalui telpon Celulernya tidak ada jawaban. (Herman/Omo)

Exit mobile version