Site icon jestv.id

Nensy Anggraeni di Dampingi Suami, Akan Lapor Balik Jika Dirinya Di Laporkan Terkait Penutupan Cafe Meksiko

JESTV.ID, LEBAK – Terkait penutupan cafe tak berizin yang beroperasi di jalan Bypass Soekarno Hatta di Desa Kaduagung Timur, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak yang meresahkan masyarakat berbuntut akan adanya pelaporan. Namun, jika Kepdes Kaduagung Timur Nensy dan suami di laporkan ke pihak berwajib, terkait penutupan cafe meksiko, akan lapor balik atas pelaporan tersebut.

Menurut suami Kepdes Nensy, (Regen-red) adapun terkait penutupan cafe yang dilakukan oleh istrinya selaku Kepala Desa itu sudah menjadi tugas dan kewajiban sebagai seorang Kepala desa, yang awalnya mendapat laporan dari masyarakat.

“Tempat hiburan malam tersebut tidak memiliki ijin, jelas sebagai Kepala Desa, harus tanggap dong, dengan laporan masyarakat yang merasa resah dengan adanya live musik tersebut,” ujar Regen kepada media Jestv.id, Minggu (2/7/2023).

Lanjut Ia, “Jika pada saat penggrebegan saya ikut, itu sudah menjadi tanggungjawab saya sebagai suami yang mendampingi istrinya, dan sebagai masyarakat mendampingi Kepala Desa nya, karena Penggrebegan tersebut malam hari, khawatir terjadi hal yang tidak di inginkan. Apalagi yang namanya hiburan itu, identik dengan minum-minuman keras, terbukti pada saat penggrebegan kami temukan puluhan botol minuman beralkohol,” ungkapnya.

Namun kata Regen, jika kegiatan Kepala Desa di anggap sudah melakukan tindakan tidak menyenangkan.

“Saya atas nama Regen dan istri saya selaku Kepala Desa Kaduagung Timur siap di laporkan, dan saya akan melapor balik, atas pelaporan yang saya anggap tidak mendasar,” tandasnya.

Namun kata Regen jika dirinya terbukti melakukan pelanggaran hukum, pihaknya siap menerima konsekuensinya, demi kebenaran.

“Terus Terang kalau saya harus mencarikan pekerjaan buat mereka, walaupun saya sebagai pengusaha, mungkin saya akan mengutamakan warga yang ada di wilayah Desa Kaduagung Timur terlebih dulu, karena warga kami pun masih banyak yang nganggur,” pungkasnya.

Ditempat terpisah Tokoh Agama asal Lebak Haji Asep Riky mengomentari terkait penggerebegan cafe meksiko yang sudah dilakukan oleh Kepala Desa Kaduagung Timur beserta suami dan warga masyarakatnya.

“Langkah sigap kades sangat tepat prihal kemaksiatan kemungakaratan di wilayah hukum setempat merupakan tanggung jawab pemilik wilayah dan kita bersama persoalan nanti pembinaan tinggal kordinasi dengan alim ulama dan tokoh masyarakat, agar perilaku pekat seperti itu sangat di karang oleh Agama,” ujar H. Asep Riky lewat percakapan aplikasi whatsApp-nya.

Ditambahkannya, “Jangan di jadikan sebagai mata pencaharian dan pembenaran dalam mencari nafkah apalagi itu untuk kebutuhan keluarga masih banyak cara yang lain dalam berusaha mencari nafkah dengan cara yang halal dan di Ridhoi oleh Allah taala,” tutup H. Asep Riky.
(Aris RJ)

Exit mobile version