JESTV.ID, LEBAK – Hampir sebulan LSM Kobra Banten dan SKS Lebak membangun sebuah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Sarta (65) warga yang tinggal di Kampung Cihiang, RT 03/RW 08, Desa Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Sarta tinggal bersama istrinya disebuah rumah yang kondisinya saat itu mengkhawatirkan, karena akibat hujan deras sebagian rumahnya akan roboh dan jika dipaksakan tinggal bisa mengakibatkan terjadinya korban jiwa. Karena bangunan semi permanen itu sudah terlihat banyak yang bokbrok, mulai tihang atapnya dari kayu yang telah keropos dan dinding rumah bilik bambu.
Kini Sarta sedikit terlihat lega, rumahnya kini sudah berbentuk permanen meski belum bisa dihuni lantaran masih sekitar 75 persen proses pembangunan rehab rumahnya.
Ketua LSM Kobra Banten dan juga Komunitas SKS Lebak Agus Hidayat kerap disapa Agus Kuncir mengatakan sebagai lembaga dan komunitas yang bergerak peduli terhadap sesama khususnya warga kurang mampu, menggerakkan hati seluruh anggota untuk membantu hunian warga yang kondisinya layak untuk dibantu.
“Jadi dalam membantu membangun RTLH milik warga, kami sistem penggalangan dananya, bagaimana dengan anggota yang sangat loyal mau bersama-sama berjuang dijalan yang bermanfaat seperti bagaimana kita bermanfaat bagi manusia lainnya “Khorirunass Anfa’uhum Linnas” dan berbuat untuk Lebak tercinta dalam rangka ikut mendorong program pemerintah Daerah Lebak, yaitu Lebak Sejahtera,” ujarnya.

Agus Kuncir menambahkan tentunya dalam hal ini tidak bisa berjalan sendiri bila ingin melaksanakan dan membantu warga yang tidak mampu.
“Ini semua butuh bantuan dan peran serta dari pemerintah daerah, Provinsi atau Nasional, kami untuk melaksanakannya. Kemudian Ini semua tidak pencitraan dan akan continue dilakukan, Karena kami dalam membedah sebuah rumah itu kami bikin layak seperti rumah kita sendiri, dan bila kami di percaya untuk menjalankan amanah ini, kami akan bersama-sama untuk mengikis rumah tidak layak huni di Kabupaten Lebak ini,” ungkap Agus Kuncir dihubungi wartawan Jestv.id via WhatsApp, Rabu (31/8/2022).
“Untuk tahun ini kami baru satu rumah saja tapi ditahun kemarin kami Alhamdulillah, sudah 5 rumah dan 1 pondok pesantren dan untuk dukungan materi dan material, kami meminta kepada semua pihak agar bisa turut membantu kegiatan kami ini. Karena benar kami laksanakan dan kami lakukan dan kami tidak pernah menganggap ini sebagai usaha tapi kami ingin berbuat yang terbaik, bukankah memanusiakan manusia itu lebih baik,” tutup Agus Kuncir.
(MS)

