JESTV.ID, BANDAR LAMPUNG – Dengan merebaknya aplikasi pinjaman dana online akhir-akhir ini, masyarakat luas sangat merasa resah. Walau pihak kepolisian sudah beberapakali melakukan penggerbekan kantor yang dijadikan bisnis pinjaman online yang tak legal. Namun masih banyak aplikasi pinjaman online yang masih beroperasi.
Salah satu warga bandar lampung menjadi korban modus pinjaman online, sebut saja samin (nama asli ada pada redaksi) samin awalnya meminjam dana melalu aplikasi disingkat A.L senilai 1 juta rupiah, sebulan kemudian ada tagihan 1.400.000 rupiah. Samin-pun langsung membayarnya. Setelah itu samin menghapus aplikasi A.L tersebut pada handphonenya. Namun selang beberapa hari handphone samin menerima sms dari aplikasi disingkat K.P.
Sms tertanggal 29 november berisi tulisan “Terima kasih telah menjadi pengguna kami. Nilaikan kami 5 bintang sehingga kami lebih termotivasi & memberikan layanan terbaik untukmu!https://bit.ly/33aELDO”
Sebulan kemudian muncul lagi dengan nomor operator aplikasi tersebut memberi tahu kalau sudah muncul tagihan. 
Samin merasa bingung kenapa ada tagihan dari aplikasi tersebut, sedangkan dirinya tidak pernah pinjam ke aplikasi itu, bahkan aplikasinyapun tidak terinstall di handphonenya. Karna samin tidak membayar angsuran yang aplikasi tersebut lampirkan dengan nominal sekian, saminpun akhirnya banyak diteror dan telpon, whatsApp dengan segala intimidasi serta menakut-nakuti.
Sebulan kemudian samin selalu dihubungi dari pihak aplikasi pinjaman online itu, samin di arahkan untuk menginstall aplikasi tersebut. Pada saat itu tertanggal 30 desember saminpun dengan rasa penasaran menginstall aplikasi tersebut. dalam aplikasi tersebut harus memasukan nomor handphone, lalu aplikasi mengirimkan nomor ferivikasi melalui sms. Dan saminpun memasukan nomor ferivikasi tersebut. Setelah masuk ke aplikasi tersebut benar saja saya ada tagihan. Samin merasa kaget, koq siapa pada tanggal 29 november itu yang login. 
“Saya bingung harusnya kan kalau memang saya login di aplikasi itu, saat itu tertanggal 29 november saya menerima sms nomor ferivikasi dong. Koq ini tiba-tiba ada sms ucapan terimakasih. Seolah-olah saya sudah login,” ujar Samin.
Dijelaskan samin, “Harusnya kan seperti yang tanggal 30 desember setelah saya install dan login, saya terima sms nomor ferivikasi. Nah itu waktu tanggal 29 november siapa yang login, handphone sayapun tidak menerima sms nomor ferivikasi tertanggal itu,” jelas samin.
(Investigasi tim redaksi)

