JESTV.ID, LEBAK – Maraknya pertambangan Emas yang berada di Desa Neglasari, Kecamatan Cibeber Kabupaten Lebak semakin menghawatirkan terhadap kelestarian Ekosistem yang ada.
Pasalnya tambang emas didaerah setempat tersebut, sudah semakin tak terkendali keberadaannya. Kelestarian alam otomatis akan berubah, seperti mata air yang tadinya secara alami mengalir untuk menopang kehidupan masyarakat jadi terganggu. Alam Desa Neglasari secara perlahan hancur oleh ulah manusia tamak. Anehnya lagi seolah-olah ada pembiaran dari pemerintah setempat dan Aparat Penegak Hukum (APH), Sabtu (11/02/2023).
Sementara belum optimalnya Pemerintah Daerah dalam menentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang Izin Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).
Untuk melaksanakan usaha Pertambangan rakyat dengan luas wilayah dan Investasi terbatas.
“Adanya Pembiaran, kurangnya pengawasan dan minimnya fasilitas perijinan, inilah penyebab terjadinya kesemrawutan di Desa Neglasari,” ucap Joy Albantani Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM) Jerat Berantas Residivis ( JEBRED ) Kabupaten Lebak.
Joy mengatakan maraknya aktifitas Pertambangan Ilegal (PETI) ini tidak bisa dilepaskan dari nilai ekonomi yang didapat masyarakat dengan menggantungkan mata pencaharian pada pertambangan Ilegal. Ditambah dengan penjualan Emas yang nilainya terus meroket dalam setahun ini.
“Berdasarkan Data Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang di rilies menyebutkan bahwa hingga kwartal III tahun 2022 terdapat lebih dari 2700 Pertambangan Ilegal Mineral dan sisanya 96 tambang emas.
Pengelolaan lingkungan Hidup dan permasalahan Usaha yang semakin marak dapat berdampak pada kerusakan Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Mineral di Desa Neglasari,” ujarnya.
Ditempat terpisah ketika dihubungi melalui WhatsApp Kepala Desa Neglasari menyatakan bahwa pihak Desa, Danramil dan Kapolsek Cibeber telah memberikan himbauan terhadap para penambang emas.
“Kami bersama Danramil dan Kapolsek Cibeber sudah sering memberikan himbauan kepada masyarakat tentang dampak yang ditimbulkan dari pertambangan. Namun karena sumber kehidupannya hanya disini, ya susah,” ungkap Kades Neglasari. (Herman/Omo)

