JESTV.ID, LEBAK – Diduga kuat adanya potongan uang Tunjangan Hari Raya (THR) pabrik triplek, yang dilakukan oleh dua karyawan dibagian Admin dan HRD, yang diberi amanat oleh pimpinan perusahaan untuk membagikan uang THR kepada seluruh karyawan pabrik tersebut.
Dugaan sementara adalah “SU” dan “Sf”, meurut keterangan dari sumber yang enggan disebut namanya, saat di konfirmasi oleh awak media jestv di kediamannya. Rabu(25 April 2023).
“A dan S” keduanya adalah karyawan tenaga borong yang sudah bekerja lebih kurang masing-mading 1 tahun di pabrik triplek tersebut.
“Saya memang menduga bahwa THR itu dipotong karena saya tidak menerima uang THR dalam bentuk amplop, tapi saya menerima uang THR Rp 300,000 telanjang, masa ia sih kalau THR dari perusahaan tidak pakai amplop,” ujarnya.
“Memang saya tidak tau persis kalau THR saya dipotong pak, tapi temen saya tau dan melihat, kalau benar THR yang saya terima tidak utuh karena masa kerja 1 tahun itu kan harusnya saya dapatnya Rp 500,000, terus kemana yang Rp 200,000 nya. Itu yang melakukan dua orang laki-laki, dan dua orang perempuan pak,” ungkapnya.
“Saya berharap kedepannya jangan ada potongan apapun lah, kasian kami yang kerja Cape pak,” sambungnya.
Hal ini juga disampaikan oleh “A” sama-sama karyawan pabrik tersebut, pada saat awak media mendatangi kediamannya ditempat terpisah.
“Saya tidak tau persis ada potongan atau tidak, tapi saya ditelpon sama temen saya, yang melihat langsung keduanya yaitu orang HRD dan admin, lanjut temen saya menelpon ke pusat untuk menanyakan terkait THR, kata orang pusat, perusahaan tidak pernah memberi THR tidak dengan amplop, dari tahun lalu dan sekarang sama pembagian THR itu pakai amplop,” jelasnya.
“Itu yang disampaikan temen saya setelah nelpon orang pusat, dan temen saya siap di konfirmasi kalau perlu. Kalau yang memberikan uang THR kepada kami HRD sama admin inisial “SS” dan “Sf,” tutupnya.
(Aris RJ)

