JESTV.ID, LEBAK – Dedi warga malang nengah rangkasbitung diduga menggelapkan uang warga kampung nameng.
Sebanyak 20 orang, warga masyarakat kampung Nameng Desa Sukamanah tertipu oleh ulah Dedi yang menjanjikan kepada warga akan membackup penagih pinjaman bank emok.
Berawal dari beberapa warga yang meminjam uang ke bank emok atau bank keliling, yang setiap minggu untuk pembayaran cicilan angsurannya. Kisaran cicilan perminggu tergantung pada besar kecilnya pinjaman. Cicilan demi cicilan terus berjalan. Berjalan angsuran selanjutnya, warga mulai kesulitan untuk membayar cicilan, dikarenakan terkadang usaha mereka tidak menghasilkan keuntungan besar, yang cukup hanya untuk kebutuhan makan keluarga saja.
Salahsatu warga desa bernama Rosidah menyarankan agar meminta tolong kepada Dedi, karena sepengetahuan Rosidah, Dedi suka membackup soal pinjaman bank emok tersebut. Konon katanya Dedi bisa membackup para penagih cicilan agar tidak datang lagi untuk meminta membayar cicilan.
Kesepakatan para peminjam dan Dedi sang pembackup, para peminjam dimintai uang sebesar 100 ribu rupah. Terkumpul uang dari peminjam sebesar 2 juta rupiah dan langsung di setorkan ke Dedi.
Namun janji Dedi yang membackup penagih angsuran tidak terbukti. Karna penagih masih terus datang untuk meminta membayar cicilan pinjaman.
Karena para peminjam masih terus didatengi penagih cicilan, maka warga tersebut meminta pertanggungjawaban Ibu Rosidah untuk mengembalikan uang yang disetorkan ke Dedi.
Rizal anak dari Ibu Rosidah turut membantu permasalahan ibunya, untuk memediasi dengan Dedi. Saat dihubungi melalu pesan whatsapp Dedi hanya membacanya saja tidak merespon dengan membalas pesan yang disampaikan Rizal.
“Saya terus mencoba menghubungi Dedi Kang, karna saya kasihan sama Ibu saya yang disuruh mengganti uang warga yang disetorkan ke dia. Malah kontak saya dia blokir kang,” ujar Rizal.
Rizal berharap Dedi untuk segera menyelesaikan permasalah ini.
“Saya tunggu itikad baiknya dari yang namanya Dedi, sebelum saya melaporkannya kasus ini ke pihak kepolisian,” tutupnya.
Saat hendak dikonfirmasi ke yang bersangkutan, nomor hp Dedi susah untuk dihubungi. Dan sampai berita ini tayang Dedi masih belum bisa dimintai keterangannya.
(Jarwo)

