jestv.id
Daerah

Di Kabupaten Lebak : 45 KK di Desa Curug Panjang Diungsikan Akibat Pergerakan Tanah

JESTV.ID, Lebak – Meluasnya dampak pergerakan tanah yang terjadi di wilayah Kampung Cihuni RT 01/01, Desa Curugpanjang, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak-Banten. Terpaksa harus merelokasi sebanyak 45 Kepala Keluarga (KK) ke lapangan sepak bola di depan Kantor Desa Curugpanjang.

Berdasarkan keterangan, Fenomena pergeseran atau pergerakan tanah di Kecamatan Cikulur yang terjadi di Kampung Cihuni, sudah berlangsung kurang lebih 3 (Tiga) minggu sampai berita ini diturunkan.

Dampak dari pergerakan tanah, diantaranya dinding rumah retak-retak, ubin dan lantai keramik mengelupas dari adanya pergeseran tanah tersebut.

Kepala Desa Curugpanjang, Yadi, S.Pd., M.M, menuturkan hingga hari ini sudah sebanyak 45 Kepala keluarga yang terpaksa harus mengungsi ke tenda yang sudah di siapkan oleh BPBD dan TAGANA Kabupaten Lebak.

“Rumah yang terancam pergerakan tanah sekarang ini jumlahnya bertambah,”ujar Kepala Desa Curugpanjang, ditemui media, Selasa (1/3/2022).

Ketua Tagana Kabupaten Lebak Iwan Hermawan mengatakan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, pihaknya memasang tenda-tenda pengungsian bagi warga yang rumahnya terdampak pergerakan tanah.

“Kami Tagana dan BPBD Lebak, memasang tenda dilapangan bola dekat kantor Desa, bagi masyarakat yang rumahnya terdampak pergerakan tanah. Hal ini dilakukan untuk mencegah timbulnya korban jiwa, dikhawatirkan rumah yang dihuni warga roboh,” kata Iwan.

Iwan menambahkan, pasca warga diungsikan ke tempat relokasi akibat pergerakan tanah, tentunya dibutuhkan logistik dan untuk keperluan keseharian warga.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Lebak dari Fraksi PKB, Acep Dimyati, saat meninjau kelokasi bencana mengatakan, bersama BERMUDA (Barisan Pemuda Damai) sengaja ingin melihat langsung kondisi masyarakat yang terkena musibah pergerakan tanah di Kampung Cihuni.

“Sebagai bentuk simpati, kami juga memberikan bantuan berupa kebutuhan bahan pokok dan kebutuhan balita, guna meringankan beban saudara kita yang sedang berada di pengungsian,” katanya.

Acep juga mejelaskan, akan menanyakan terkait solusi yang akan di tempuh oleh pemerintah daerah, apakah masyarakat ini mengungsi sepenuhnya sehingga kampung tersebut dikosongkan atau apakah memang nanti para ahli akan meneliti terlebih dahulu penyebab dari ini semua.

“Karena ini bukan longsor, bukan gempa atau bencana lainnya, sebab ini hanya berdampak di wilayah sini saja. Makanya nanti mulai dari Pemerintah Desa, dan Pemerintah Daerah termasuk saya, akan berkordinasi mencari penyebabnya, Kemudian solusinya seperti apa,” terangnya.

Menurutnya, hasil dari menemui warga yang terdampak pergerakan tanah, kebanyakan warga merasa ketakutan.

“Mereka sudah merasa ketakutan tinggal di sini, mereka menyampaikan ingin di relokasi. Nah relokasi ini butuh proses dan waktu yang panjang, memang untuk membantu kesulitan sementara ini ada dari TAGANA, BPBD, dan dari Dinsos. Semua ikut membantu, tetapi itu sipatnya Temporer hanya meringankan beban saat ini,” ujarnya.

Acep berharap,”Harus segera ada tindakan secepatnya, biar masyarakat jangan terlarut-larut dalam penderitaan dan ketakutan. Pemerintah harus segera ada solusi terbaik dalam menangani permasalahan ini,” pungkasnya. (red/MS)

Related posts

Paguyuban Mantan Kepala Desa Se-Kabupaten Lebak Dalam Waktu Dekat Akan Di Bentuk

admin

Oknum Kepsek SMPN di Rangkasbitung Akan Dilaporkan ke APH, Gegara Sebut Wartawan Mau Merampok

Redaksi

Stockpile Batu Bara Ilegal Beroperasi Bebas, Diduga Adanya Skandal “Tutup Mata” Akibatkan Potensi PAD Dirampok

Redaksi