JESTV.ID, LEBAK – Miris selain tidak strategis dan representatif, gedung Kantor Urusan Agama (KUA) di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten, nyaris ambruk.
Dinding tembok gedung yang mengalami keretakan besar, juga bambu penyangga bangunan agar tidak ambruk membuktikan bahwa gedung KUA Cibadak sudah tidak layak dan aman untuk dijadikan tempat pelayanan seperti pernikahan dan urusan pelayanan keagamaan lainnya.
Kondisi tersebut membuat prihatin sejumlah warga di Kecamatan Cibadak. Warga Desa Pasarkeong Sopan Sopian menuturkan, Kementerian Agama sebaiknya tidak membiarkan kondisi gedung KUA rusak, apalagi sampai menunggu ambruk.
Sopian menyebut, KUA Kecamatan Cibadak melayani sebanyak 15 desa, dengan angka pernikahan cukup tinggi selain pelayanan keagamaan lainnya. Dengan kondisi bangunan yang terlihat sudah rapuh, tempat yang tidak strategis dan representatif, dikhawatirkan akan berdampak kepada pelayanan dan keamanan pegawai di dalam kantor.
“Saya mendengar informasi bahwa pembangunan gedung KUA Cibadak sudah di usulkan oleh pihak Kemenag Lebak tapi sampai sekarang belum ada realisasi,” kata Sopan Sopian kepada media, Kamis (28/12/2023).
Sopian mendesak, untuk kepentingan pelayanan publik khususnya dibidang keagamaan, Kemenag Banten dan Kemenag RI, tidak tinggal diam apalagi menutup mata dan telinga, melihat dan mendengar kondisi bangunan gedung KUA Cibadak yang tidak lagi layak dan aman untuk digunakan.
“Jangan menunggu gedung KUA ini ambruk Kemenag baru mengambil sikap. Saran saya agar pelayanan keagamaan kepada masyarakat maksimal sebaiknya KUA ini pindah tempat ke tempat yang strategis dan memadai,” tegasnya.
Sementara itu Kepala Kantor Kemenag Lebak, Badrussalam mengklaim, bahwa pihaknya telah mengusulkan pembangunan KUA Cibadak ke Kemenag Banten.
“Sudah, kami sudah mengusulkan bantuan untuk pembangunan KUA Cibadak. Belum ada kabar baik, kami berharap 2024 ada kabar baik dan bantuan itu terealisasi,” katanya.
Kepala KUA Cibadak, Aminin membenarkan pihak Kemenag Lebak telah mengusulkan permohonan bantuan pembangunan KUA Cibadak. Ia mengaku sering kali merasa was-was gedung ini ambruk saat dirinya bersama pegawai sedang kerja dan berada di dalam kantor.
“Iya khawatir ambruk saat kita sedang kerja, tidak hanya dinding tembok yang belah, atapnya juga sudah rapuh. Tempat juga sempit tidak ada lahan,” katanya
“Harapan kami bantuan bangunan bisa realisasi, dan kalau ada anggaran dan anggaran yang dialokasikan itu cukup kami ingin pindah tempat yang strategis dan aman,” pungkasnya. (HERMAN)
